Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Longsor di Himalaya: Apakah perangkat mata-mata nuklir menjadi pemicunya?

Penduduk setempat menyalahkan longsornya gletser yang menewaskan lebih dari 50 orang baru-baru ini disebabkan oleh perangkat mata-mata bertenaga

Di sebuah desa di pegunungan Himalaya yang berada di wilayah India, beberapa generasi penduduk percaya bahwa perangkat nuklir terkubur di bawah salju dan bebatuan di pegunungan yang menjulang tinggi.

Sehingga, ketika Desa Raini diterjang banjir besar pada awal Februari, penduduk desa panik dan desas-desus bermunculan bahwa perangkat itu "meledak" dan memicu banjir.

Pada kenyataannya, para ilmuwan percaya, pecahan gletser bertanggung jawab atas banjir di negara bagian Uttarakhand di Himalaya, yang menewaskan lebih dari 50 orang.

Tetapi jika Anda mengatakan itu pada warga Raini - desa berpenduduk 250 keluarga di wilayah pegunungan dengan mata pencaharian bercocok tanam - banyak yang tidak akan mempercayai Anda begitu saja.

"Kami pikir perangkat itu punya peranan. Bagaimana gletser bisa lepas begitu saja di musim dingin? Kami pikir pemerintah harus menyelidiki dan menemukan perangkat itu," tutur Sangram Singh Rawat, kepala Desa Raini, kepada saya.

Ketakutan penduduk desa ini berpusar pada sebuah kisah menarik tentang spionase di ketinggian, yang melibatkan beberapa pendaki top dunia, serta bahan radioaktif untuk menjalankan sistem mata-mata elektronik, dan hantu.

Ini adalah cerita tentang bagaimana AS bekerja sama dengan India pada 1960-an dengan menempatkan perangkat pemantauan bertenaga nuklir di Himalaya, untuk memata-matai uji coba nuklir dan penembakan rudal China. China telah meledakkan perangkat nuklir pertamanya pada tahun 1964.

"Paranoia Perang Dingin mencapai puncaknya. Tidak ada rencana yang terlalu aneh, tidak ada investasi yang terlalu besar, dan tidak ada cara yang tidak dapat dibenarkan," kata Pete Takeda, editor kontributor di Majalah AS, Rock and Ice, yang telah banyak menulis tentang subjek tersebut.

Pada Oktober 1965, sekelompok pendaki India dan Amerika membawa tujuh kapsul plutonium bersama dengan peralatan pemantau - dengan berat sekitar 57kg - yang dimaksudkan untuk ditempatkan di atas Gunung Nanda Devi.

Gunung setinggi 7.816 meter itu merupakan puncak tertinggi kedua di India dan berada dekat perbatasan timur laut India dengan Cina.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas