Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

KTT COVID-19 Uni Eropa: Sertifikat Vaksinasi Segera Diberlakukan

Para pemimpin Uni Eropa melakukan pertemuan secara virtual untuk membahas pandemi virus corona. Mereka pastikan ada kemajuan soal…

Para pemimpin dari 27 negara anggota Uni Eropa (UE) melakukan pertemuan secara virtual pada hari Kamis (25/02) untuk membahas masalah kesehatan dan logistik terkait wabah corona.

Politisi negara anggota UE memanfaatkan pertemuan tersebut untuk membahas percepatan pengiriman vaksin, implementasi dan penggunaan paspor vaksin, serta potensi konflik yang timbul dari penutupan perbatasan nasional. Tindakan yang segera diambil dalam jangka pendek adalah "konvergensi" konsep paspor vaksin.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan bahwa warga Eropa dan para pemimpin mereka "harus menghadapi kenyataan" akan sulitnya tugas yang dihadapi. Meski begitu, ia menyebut bahwa harapan penyelesaian sudah ada di depan mata.

Presiden Komisi von der Leyen juga menekankan kemajuan yang telah tercapai sejauh ini dengan mencatat bahwa 8% dari populasi orang dewasa di blok tersebut telah divaksinasi.

Sertifikat vaksinasi akan segera keluar

Salah satu masalah kontroversial yang tengah ditangani oleh para pemimpin Uni Eropa adalah masalah paspor vaksin digital bagi mereka yang telah divaksinasi. Negara-negara Uni Eropa Selatan seperti Yunani, Spanyol dan Italia - semuanya sangat atau seluruhnya bergantung pada pariwisata - meyakini bahwa skema seperti itu dapat memudahkan perjalanan udara.

Sementara negara UE bagian utara enggan menerima keberadaan paspor vaksin di tengah kekhawatiran tentang diskriminasi dan apakah orang yang telah divaksinasi masih dapat membawa virus.

Dalam konferensi pers pada Kamis malam (25/02), Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan ada konsensus untuk memiliki sertifikat vaksinasi digital, tetapi belum diketahui bagaimana penggunaannya.

"Semua orang setuju bahwa kami membutuhkan sertifikat vaksinasi digital," kata kanselir Jerman itu. Dia menambahkan bahwa sertifikat mungkin akan dikeluarkan pada musim panas karena blok tersebut membutuhkan tiga bulan untuk membuat kerangka teknis.

Merkel menekankan bahwa pembuatan sertifikat ini "bukan berarti bahwa hanya mereka yang memiliki paspor vaksinasi yang diperbolehkan bepergian."

Halaman
123
Ikuti kami di
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas