Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

China Klaim Taiwan Masih Jadi Bagian dari Wilayahnya

China percaya Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi Taiwan, garis merah bagi pemerintah China yang tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan

China Klaim Taiwan Masih Jadi Bagian dari Wilayahnya
AFP PHOTO/POOL/BEAWIHARTA
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri China Li Keqiang berjalan kaki bersama di lingkungan Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/5/2018). Selama kunjungannya di Indonesia, PM Li rencananya melakukan sejumlah agenda, antara lain pertemuan bilateral dengan Jokowi, mengunjungi Sekretariat ASEAN, dan menghadiri KTT Bisnis Indonesia-China. 

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK -  China dengan tegas akan mencegah setiap aktivitas separatis untuk mendorong kemerdekaan Taiwan.

“Tetapi Beijing berkomitmen untuk mempromosikan pertumbuhan damai hubungan di Selat Taiwan dan "reunifikasi" China,” kata Perdana Menteri Li Keqiang pada hari Jumat 5 Maret 2021.

China, yang mengklaim Taiwan yang demokratis sebagai wilayahnya sendiri, telah meningkatkan aktivitas militernya di dekat pulau itu dalam beberapa bulan terakhir, menanggapi apa yang disebutnya "kolusi" antara Taipei dan Washington, pendukung dan pemasok senjata internasional utama Taiwan.

Berbicara pada pembukaan pertemuan tahunan parlemen China, Li mengatakan Beijing berpegang pada prinsip "satu China", yang menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari China.

China tetap berkomitmen "untuk mempromosikan pertumbuhan damai hubungan di seluruh Selat Taiwan dan reunifikasi China", katanya kepada sekitar 3.000 delegasi di Balai Besar Rakyat Beijing.

Baca juga: Empat Mantan Intelijen Taiwan Didakwa Bekerja Kumpulkan Informasi Rahasia Untuk China

"Kami akan tetap sangat waspada dan dengan tegas mencegah aktivitas separatis yang mencari kemerdekaan Taiwan," tambah Li.

“Kami akan mempromosikan pertukaran, kerja sama, dan pembangunan terintegrasi di seluruh Selat Taiwan.

Bersama-sama kita dapat membentuk masa depan yang cerah untuk bangsa kita yang hebat," tambahnya.

Sebagian besar orang Taiwan tidak menunjukkan minat untuk diperintah oleh China yang otokratis, dan juga sangat mendukung protes anti-pemerintah di Hong Kong yang dikelola China.

Baca juga: Tak Ada China dan Jepang, Pebulutangkis Malaysia Mendominasi Perempatfinal Swiss Open 2021

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen terpilih kembali secara telak tahun lalu dengan janji membela demokrasi pulau itu.

China percaya Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi Taiwan, garis merah bagi pemerintah China yang tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendali Beijing.

Tsai mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka yang disebut Republik Cina, nama resminya.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul China Klaim Taiwan Masih Menjadi Bagian dari Wilayahnya

Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas