Bos NTT dan Tohoku Shinsha Minta Maaf, Akui Pernah Makan Malam Bersama Pejabat Tinggi Jepang
Sawada mengungkapkan ia makan malam 3 kali dengan seorang eksekutif Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi sekitar 3 tahun setelah menjabat presiden.
Editor: Dewi Agustina
Bos Tohoku Shinsha Shinya Nakajima juga memulai pembicaraan dengan meminta maaf atas makan malam dengan para pejabat Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang yang berakibat 11 orang pejabat kementerian di PHK.
Mantan Wakil Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Shigeki Suzuki, yang saat itu menjabat sebagai wakil urusan umum, juga hadir di acara hiburan tersebut, dan biaya makanan dan minuman per orang adalah 26.487 yen.
Nakajima, Presiden Tohokushinsha juga mengakui adanya pelanggaran peraturan modal asing pada 4 Agustus 2017, sekitar setengah tahun setelah memperoleh sertifikasi siaran satelit 4K.
Dia mengatakan memperhatikannya dalam proses mengkonsolidasikan beberapa saluran satelit ke dalam perusahaan.
Perusahaan kemudian mendirikan anak perusahaan baru pada bulan September 2017 untuk mengambil alih sertifikasi penyiaran satelit.
"Saya pikir pemindahan ke anak perusahaan dapat memperbaiki situasi ilegal. Saya mendapatkan ide ini dari pejabat Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang," tambah Nakajima.
Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Ryota Takeda menyatakan akan mendirikan tim komite verifikasi yang akan menyelidiki dampak hiburan pada pemerintah.
Baca juga: Mengenal Seigo Suga, Putra Sulung PM Jepang yang Jadi Penyebab 11 PNS di-PHK
Baca juga: Di Jepang Ada 3.000 Kasus Tilang Kendaraan Diplomat Asing yang tidak Membayar Denda
Komite verifikasi juga melaporkan bahwa Tohokushinsha mereka telah memberi tahu Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi tentang ilegalitas tersebut.
Akibat ilegalitas terseut, izin penyiaran satelit Tohoku Shinsha dipastikan dicabut pemerintah Jepang.
Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com