Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

25 Terpidana Pedofilia di Kazakhstan Jalani Hukuman Kebiri Kimia

Sebanyak 25 terpidana pedofil di Kazakhstan telah dikebiri secara kimia berdasarkan perintah pengadilan pada tahun ini.

25 Terpidana Pedofilia di Kazakhstan Jalani Hukuman Kebiri Kimia
freepik.com
Ilustrasi: sebanyak 25 terpidana pedofil di Kazakhstan telah dikebiri secara kimia berdasarkan perintah pengadilan pada tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NUR SULTAN - Sebanyak 25 terpidana pedofil di Kazakhstan telah dikebiri secara kimia berdasarkan perintah pengadilan pada tahun ini.

Negara ini memang memiliki sistem peradilan bervariasi, namun telah disepakati dengan suara bulat bahwa tindakan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur merupakan salah satu kejahatan paling keji.

Di Kazakhstan, hukumannya adalah pengebirian terhadap pelaku, dan tahun ini, 25 tahanan telah 'disuntik kebiri'.

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (4/4/2021), cara kerja kebiri kimia adalah dengan memasukkan obat anafrodisiak yang akan mengurangi libido dengan cara memblokir testosteron.

Menurut Undang-undang (UU) Kazakhstan yang mulai berlaku pada 2018, mereka yang dijatuhi hukuman penjara karena memperkosa anak di bawah umur dapat diperintahkan pengadilan untuk menerima kebiri kimia sebagai hukuman.

Baca juga: Permenkes Pelaksanaan PP Kebiri Kimia Dirancang, Kementerian PPPA: Demi Kebaikan Anak-anak

Baca juga: Oknum Relawan di Rumah Aman yang Cabuli Remaja Divonis 20 Tahun Penjara, Kebiri & Denda Rp 800 Juta

Namun perlu diketahui bahwa efek suntikan ini tidak bertahan selamanya, dan perlu diberikan kembali setiap tiga bulan.

Seperti yang disampaikan seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan, Alexey Milyuk.

"Hingga hari ini, ada 25 narapidana yang menjalani hukuman dalam sistem pidana yang telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan untuk tindakan wajib dalam bentuk kebiri kimia," kata Milyuk.

Ia mengatakan bahwa salah satu narapidana yang menerima suntikan itu menyerukan agar tindakan tersebut dilarang.

"Narapidana itu bilang 'saya minta tolong dan saya minta semua orang untuk menghentikan kebiri ini. Saya masih berharap bisa pulang ke rumah dan terus hidup, saya ingin punya keluarga dan anak. Setelah suntikan ini, seluruh tubuh saya terasa sangat sakit sehingga sulit untuk berjalan, ini sangat menakutkan'," jelas Milyuk, menyampaikan apa yang dikatakan seorang narapidana tentang hukuman kebiri kimia.

Meskipun dipandang oleh beberapa orang sebagai tindakan yang tidak manusiawi, hukuman pengebirian secara kimia ini telah diterapkan di beberapa negara, termasuk Polandia dan Korea Selatan (Korsel) serta sejumlah negara bagian di Amerika Serikat (AS).

Beberapa negara bahkan menawarkan pengurangan hukuman pidana bagi mereka yang setuju untuk disuntik kebiri.

Saat UU ini disahkan, 9,6 juta tenge atau sekitar 22.500 dolar AS dari anggaran nasional Kazakhstan dialokasikan untuk langkah-langkah dalam mengurangi libido seksual pelaku pemerkosaan anak.

Biaya untuk melakukan kebiri pada setiap orang berada pada angka 125 ribu tenge atau sekitar 295 dolar AS per tahun.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas