Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Australia akan Lanjutkan Vaksinasi Covid-19 Pakai AstraZeneca, Meski Ada Laporan Pembekuan Darah

Pejabat kesehatan Australia membeberkan bahwa pemerintah akan melanjutkan program vaksinasi dengan AstraZeneca PLC, pada Sabtu (3/4/2021).

Australia akan Lanjutkan Vaksinasi Covid-19 Pakai AstraZeneca, Meski Ada Laporan Pembekuan Darah
Piroschka van de Wouw / ANP / AFP
Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca pada 20 Maret 2021 di Ede, tempat kampanye vaksinasi melawan Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM - Pejabat kesehatan Australia membeberkan bahwa pemerintah akan melanjutkan program vaksinasi dengan AstraZeneca PLC, pada Sabtu (3/4/2021).

Langkah ini diambil meski ada laporan pembekuan darah, yang menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan vaksin.

Sebelumnya, seorang pria berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit Melbourne dengan pembekuan darah, hanya beberapa hari setelah menerima vaksin AstraZeneca.

Dilansir Tribunnews dari Reuters, pria tersebut diketahui menderita trombosis serius, suatu kondisi yang mencegah aliran darah normal melalui sistem peredaran darah.

Regulator Therapeutic Goods Administration (TGA) dan panel, Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk Imunisasi (ATAGI), bertemu Jumat malam (2/4/2021) dan Sabtu pagi (3/4/2021) untuk membahas saran lebih lanjut tentang vaksin AstraZeneca.

Baca juga: Panglima TNI Tinjau Vaksinasi AstraZeneca Bagi Ribuan Prajurit TNI AD di Manokwari

Baca juga: Jatah 1,1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca dari COVAX untuk Indonesia Tiba April Ini

Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca pada 20 Maret 2021 di Ede, tempat kampanye vaksinasi melawan Covid-19
Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca pada 20 Maret 2021 di Ede, tempat kampanye vaksinasi melawan Covid-19 (Piroschka van de Wouw / ANP / AFP)

"Saat ini kami belum dinasehati oleh ATAGI atau TGA untuk menghentikan peluncuran vaksin AstraZeneca di Australia," kata Wakil Kepala Petugas Medis Australia, Michael Kidd, dalam penjelasan yang disiarkan televisi Sabtu sore (3/4/2021).

Kidd mengatakan, bagaimanapun, kasus pembekuan darah "kemungkinan" terkait dengan vaksin.

"Risiko efek samping yang serius tetap sangat rendah, tetapi keamanan adalah yang terpenting dan itulah mengapa TAGI dan TGA terus melakukan uji tuntas pada kasus ini," kata Kidd.

Sembari menambahkan bahwa pengumuman lebih lanjut akan datang minggu depan.

Baca juga: Dari 18 Juta Suntikan, UK Temukan 30 Kasus Pembekuan Darah pada Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Seorang perawat menyusun jarum suntik dengan persiapan dari Astrazeneca dalam latihan GP Axel Stelzner. Untuk proyek percontohan, praktik di Lichtentanne dan 38 praktik GP lainnya di Saxony melanjutkan vaksinasi dengan vaksin anti-korona. Model praktik yang dipilih bertindak sebagai pos terdepan dari pusat vaksinasi. Asosiasi Praktisi Umum Saxon telah menyerukan untuk jangka waktu yang lebih lama bagi para dokter di praktik swasta untuk lebih terlibat dalam kampanye vaksinasi.
Seorang perawat menyusun jarum suntik dengan persiapan dari Astrazeneca dalam latihan GP Axel Stelzner. Untuk proyek percontohan, praktik di Lichtentanne dan 38 praktik GP lainnya di Saxony melanjutkan vaksinasi dengan vaksin anti-korona. Model praktik yang dipilih bertindak sebagai pos terdepan dari pusat vaksinasi. Asosiasi Praktisi Umum Saxon telah menyerukan untuk jangka waktu yang lebih lama bagi para dokter di praktik swasta untuk lebih terlibat dalam kampanye vaksinasi. (ENDRIK SCHMIDT / DPA-ZENTRALBILD / DPA PICTURE-ALLIANCE MELALUI AFP)

Inggris Identifikasi 30 Peristiwa Pembekuan Darah

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas