Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Belanda Tangguhkan Sementara Vaksinasi dengan AstraZeneca untuk Orang di Bawah 60 Tahun

Pemerintah Belanda menangguhkan sementara vaksinasi virus corona AstraZeneca pada Jumat (2/4/2021) untuk orang di bawah 60 tahun.

Belanda Tangguhkan Sementara Vaksinasi dengan AstraZeneca untuk Orang di Bawah 60 Tahun
Oli SCARFF / AFP
Ilustrasi. Dr Andy Wakeman menyiapkan dosis vaksin Oxford / AstraZeneca Covid-19 saat anggota masyarakat menunggu untuk menerima dosis vaksin di katedral Lichfield, yang telah diubah menjadi pusat vaksinasi sementara, di Lichfield, Inggris tengah pada 18 Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Belanda menangguhkan sementara vaksinasi virus corona dengan vaksin AstraZeneca untuk orang di bawah 60 tahun pada Jumat (2/4/2021).

Keputusan ini diambil menyusul laporan dari sejumlah kecil orang yang menderita pembekuan darah yang tidak biasa setelah menerima suntikan.

Dilansir Tribunnews dari Ap News, keputusan Belanda datang tiga hari setelah pihak berwenang di Jerman juga berhenti menggunakan vaksin AstraZeneca untuk usia di bawah 60-an.

Kebijakan tersebut diputuskan mengutip kekhawatiran baru atas pembekuan darah yang tidak biasa yang dilaporkan pada sejumlah kecil dari mereka yang menerima suntikan di Jerman.

Baca juga: Australia akan Lanjutkan Vaksinasi Covid-19 Pakai AstraZeneca, Meski Ada Laporan Pembekuan Darah

Baca juga: Panglima TNI Tinjau Vaksinasi AstraZeneca Bagi Ribuan Prajurit TNI AD di Manokwari

Seorang pekerja medis menyusun dosis vaksin Oxford / AstraZeneca untuk melawan penyakit virus corona, yang dipasarkan dengan nama Covishield dan diproduksi di India, dalam jarum suntik selama vaksinasi para imam di Kiev pada 16 Maret 2021.
Seorang pekerja medis menyusun dosis vaksin Oxford / AstraZeneca untuk melawan penyakit virus corona, yang dipasarkan dengan nama Covishield dan diproduksi di India, dalam jarum suntik selama vaksinasi para imam di Kiev pada 16 Maret 2021. (Sergei SUPINSKY / AFP)

Jumat pagi (2/4/2021) sebuah organisasi Belanda yang memantau efek samping vaksin mengatakan telah menerima lima laporan pembekuan darah dengan jumlah plat darah rendah setelah vaksinasi.

Semua kasus terjadi antara tujuh dan 10 hari setelah vaksinasi, semua orang yang terkena adalah wanita berusia antara 25 dan 65 tahun.

Organisasi tersebut mengatakan dalam periode ketika lima kasus dilaporkan, sekitar 400.000 orang telah divaksinasi di Belanda dengan suntikan AstraZeneca.

Menteri Kesehatan Hugo de Jonge mengatakan penghentian sementara adalah tindakan pencegahan.

"Saya pikir sangat penting bahwa laporan Belanda juga diselidiki dengan baik," kata De Jonge. Kita harus berbuat salah di sisi hati-hati.

Baca juga: Ini Efek Samping yang Bisa Muncul Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Baca juga: Sempat Jadi Kontroversi, Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Bersedia Divaksin AstraZeneca

Dr Andy Wakeman menyiapkan dosis vaksin Oxford / AstraZeneca Covid-19 saat anggota masyarakat menunggu untuk menerima dosis vaksin di katedral Lichfield, yang telah diubah menjadi pusat vaksinasi sementara, di Lichfield, Inggris tengah pada 18 Maret 2021.
Dr Andy Wakeman menyiapkan dosis vaksin Oxford / AstraZeneca Covid-19 saat anggota masyarakat menunggu untuk menerima dosis vaksin di katedral Lichfield, yang telah diubah menjadi pusat vaksinasi sementara, di Lichfield, Inggris tengah pada 18 Maret 2021. (Oli SCARFF / AFP)

Berita tersebut merupakan kemunduran lain untuk vaksin AstraZeneca, yang sangat penting untuk kampanye imunisasi Eropa dan merupakan kunci utama dalam strategi global untuk mendapatkan suntikan ke negara-negara miskin.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas