Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Presiden AS Joe Biden Tak Berminat Selesaikan Konflik Israel-Palestina

Biden hanya mengambil beberapa langkah kecil mengubah arah posisi AS dari sikap yang sangat pro-Israel di era Trump.

Presiden AS Joe Biden Tak Berminat Selesaikan Konflik Israel-Palestina
Chip Somodevilla / Getty Images / AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara kepada wartawan selama konferensi pers pertama kepresidenannya di Ruang Timur Gedung Putih pada 25 Maret 2021 di Washington, DC. Pada hari ke-64 pemerintahannya, Biden, 78, menghadapi pertanyaan tentang pandemi virus corona, imigrasi, pengendalian senjata, dan subjek lainnya. 

Namun, berkat Netanyahu dan intrik Trump, pemerintahan Biden kini mengalami kesulitan menemukan pijakannya pada masalah yang selalu sensitif.

Minggu lalu, misalnya, pejabat Departemen Luar Negeri berjuang untuk menjawab pertanyaan tentang apakah Amerika masih percaya Tepi Barat diduduki Israel.

Pertanyaan tersebut muncul setelah rilis Laporan Hak Asasi Manusia tahunan departemen tersebut. Di bawah Trump, referensi laporan itu tentang pendudukan dipangkas.

Pada Kamis, setelah berulang kali didesak wartawan, juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengklarifikasi posisi pemerintah: “Apakah menurut kami Tepi Barat diduduki? Iya!"

Di tengah keributan itu, setidaknya dua pemimpin bisnis Palestina mampir ke Washington untuk bertemu dengan pejabat AS.

Informasi datang dari orang-orang yang mengetahui masalah tersebut dikonfirmasi ke Politico. Siapa yang dapat mereka temui dan rincian diskusi informal tidak jelas.

Tetapi kunjungan tersebut merupakan upaya untuk menemukan cara untuk sepenuhnya membangun kembali koneksi AS-Palestina yang sebagian besar terputus di bawah Trump.

Pimpinan resmi Palestina memutuskan berhenti berbicara dengan tim Trump setelah Desember 2017, ketika Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Trump lantas memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, diikuti sejumlah Negara sekutu dekat AS.

Kedua langkah tersebut merupakan perubahan kebijakan yang sangat besar bagi Amerika Serikat terkait konflik Israel-Palestina.(Tribunnews.com/Politico.com/xna)

Ikuti kami di
Editor: Setya Krisna Sumarga
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas