Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

WHO Desak Semua Negara Bangun Dunia yang 'Lebih Adil dan Sehat' Pasca-Covid-19

Pandemi ini diperkirakan telah mendorong antara 119 hingga lebih dari 124 juta orang terjebak dalam kemiskinan ekstrim sejak tahun lalu.

WHO Desak Semua Negara Bangun Dunia yang 'Lebih Adil dan Sehat' Pasca-Covid-19
Latestly
Ilustrasi virus-virus.(Latestly) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIURIBUNNEWS.COM, JENEWA - Pandemi virus corona (Covid-19) telah memperburuk ketidakadilan yang terjadi dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan, baik itu di dalam maupun antar negara.

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Dunia yang diperingati pada 7 April 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan seruan bagi seluruh negara untuk mengambil langkah cepat demi meningkatkan kesehatan bagi semua orang.

Dikutip dari laman resmi WHO, Kamis (8/4/2021), pada banyak negara, pengucilan sosial, hingga krisis kemanusiaan.

Pandemi ini diperkirakan telah mendorong antara 119 hingga lebih dari 124 juta orang terjebak dalam kemiskinan ekstrim sejak tahun lalu.

Ada bukti yang meyakinkan bahwa hal tersebut telah memperlebar kesenjangan gender dalam dunia pekerjaan.

Karena selama 12 bulan terakhir, jumlah perempuan yang keluar dari dunia kerja lebih besar dibandingkan laki-laki.

Baca juga: Dituding Aniaya ART, Desiree Tarigan Siap Buktikan Itu Fitnah, Hotman Paris Curiga Ada Master Mind

Perlu diketahui, ketidakadilan dalam kondisi kehidupan masyarakat, layanan kesehatan dan akses terhadap kekuasaan, uang serta sumber daya ini telah berlangsung lama.

Sehingga angka kematian balita pada kelompok anak-anak dalam rumah tangga termiskin pun menunjukkan peningkatan dua kali lipat dibandingkan anak-anak yang terlahir dari rumah tangga kalangan mampu.

Harapan hidup bagi warga yang berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah mencapai 16 tahun lebih rendah dibandingkan dengan warga di negara berpenghasilan tinggi.

Misalnya, 9 dari 10 kasus kematian secara global yang disebabkan kanker serviks terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Namun saat banyak negara terus memerangi pandemi, sebuah peluang unik pun muncul untuk membangun kembali dunia yang lebih adil dan lebih sehat.

Langkah ini bisa dilakukan melalui penerapan komitmen, resolusi dan kesepakatan yang ada, sambil membuat komitmen baru dan berani.

Seperti yang disampaikan Direktur Jenderal WHO kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus bahwa pandemi Covid-19 telah berkembang pesat di tengah ketidaksetaraan masyarakat dan kesenjangan dalam sistem kesehatan dunia.

"Sangat penting bagi seluruh pemerintah untuk berinvestasi dalam memperkuat layanan kesehatan dan menghilangkan hambatan yang selama ini membuat banyak orang tidak bisa menggunakan layanan kesehatan, sehingga lebih banyak orang memiliki kesempatan untuk hidup sehat," tegas Tedros.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas