Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Krisis Myanmar

Aktivis Myanmar Serukan Kampanye Tak Bayar Listrik hingga Larang Anak-anak Bersekolah

Aktivis Myanmar menyerukan kampanye tak bayar listrik hingga melarang anak-anak bersekolah karena tak ingin berpartisipasi dalam sistem junta militer.

Aktivis Myanmar Serukan Kampanye Tak Bayar Listrik hingga Larang Anak-anak Bersekolah
AFP/STR
Para pengunjuk rasa memberikan hormat tiga jari saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di kotapraja Tamwe di Yangon pada hari Senin, 26 April 2021. 

Tak hanya itu, diperkirakan 750 orang telah terbunuh oleh pasukan keamanan yang ingin meredam aksi protes.

Reuters tidak dapat memastikan jumlah korban yang tewas, karena junta secara signifikan mengekang kebebasan media, dan banyak jurnalis telah ditahan.

Menurut data Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) pada Sabtu (24/4/2021), 3.389 orang telah ditahan sejak kudeta Aung San Suu Kyi, 1 Februari 2021.

Aung San Suu Kyi sendiri hingga kini belum muncul ke publik.

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi (STR / AFP)

Aung San Suu Kyi hanya diizinkan untuk berbicara dengan pengacaranya melalui tautan video di hadapan petugas keamanan, dan tidak diketahui apakah dia bahkan menyadari kekacauan yang telah melanda negara itu sejak militer merebut kekuasaan.

Kemudian, Aung San Suu Kyi dikabarkan akan muncul melalui tautan video untuk sidang kasusnya pada hari Senin.

Diketahui, Aung San Suu Kyi telah didakwa dengan berbagai pelanggaran termasuk melanggar tindakan rahasia resmi era kolonial yang bisa membuatnya dipenjara selama 14 tahun.

Aung San Suu Kyi adalah pemenang Nobel Perdamaian pada tahun 1991, dan telah memimpin perjuangan Myanmar melawan kekuasaan militer selama beberapa dekade.

Dia memenangkan masa jabatan kedua pada bulan November 2020, dan meskipun komisi pemilihan mengatakan pemungutan suara itu adil, militer, yang kandidatnya menderita kekalahan menuduh itu adalah pemilihan yang curang.

Lima Poin Konsensus KTT ASEAN di Jakarta

Halaman
1234
Penulis: Rica Agustina
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas