Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mobil Listrik Pertama Lebanon Meluncur di Tengah Krisis Ekonomi

Pemerintah Lebanon meluncurkan mobil listrik pertamanya, meski tengah berjuang di tengah krisis ekonomi yang mengerikan.

Mobil Listrik Pertama Lebanon Meluncur di Tengah Krisis Ekonomi
ANWAR AMRO / AFP
Sebuah model bersandar pada kap "Quds Rise", mobil listrik pertama yang diproduksi di Lebanon, selama upacara pembukaan di Khaldeh, selatan ibu kota Beirut, pada 24 April 2021. Kisi-kisi emas depan melambangkan masjid Al-Aqsa Kubah Batu di Yerusalem. Mobil listrik buatan Lebanon memulai debutnya dengan dua kali lipat untuk negara Mediterania yang tidak pernah memproduksi mobil dan didera krisis ekonomi dan pemadaman listrik. 

Untuk menggerakkan mobil listrik barunya, perusahaan berencana mendirikan sekitar 100 stasiun pengisian ulang di seluruh negeri yang terhubung ke generator.

Baca juga: Harga Makanan Makin Naik, Lebanon Hadapi Ramadan yang Sulit di Tengah Krisis Ekonomi

Baca juga: Dubes Ngurah Ardiyasa Lepas Keberangkatan KRI Sultan Iskandar Muda untuk Misi Perdamaian di Lebanon

Pemadaman listrik di sebuah lingkuhan di ibu kota Lebanon, Beirut pada 31 Maret 2021. Saat Lebanon berjuang melawan krisis keuangan terburuknya dalam beberapa dekade, mata uang lokal telah kehilangan lebih dari 85 persen nilainya di pasar gelap. Bahkan dewan kota yang pernah terkaya di negara itu mengatakan sedang berjuang untuk mempertahankan jalan-jalannya, karena tekanan ekonomi memberi tekanan pada infrastruktur yang sudah rusak.
Pemadaman listrik di sebuah lingkuhan di ibu kota Lebanon, Beirut pada 31 Maret 2021. Saat Lebanon berjuang melawan krisis keuangan terburuknya dalam beberapa dekade, mata uang lokal telah kehilangan lebih dari 85 persen nilainya di pasar gelap. Bahkan dewan kota yang pernah terkaya di negara itu mengatakan sedang berjuang untuk mempertahankan jalan-jalannya, karena tekanan ekonomi memberi tekanan pada infrastruktur yang sudah rusak. (JAWAB AMRO / AFP)

Analis energi independen Jessica Obeid menyambut baik inovasi tersebut, tetapi kendaraan hanya akan ramah lingkungan jika sektor tenaga mengalami reformasi yang serius.

"Sektor energi adalah penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca Lebanon dan sudah di bawah tekanan karena kekurangan dolar untuk mengimpor bahan bakar," katanya kepada kantor berita AFP.

"Jika kendaraan listrik memiliki stasiun pengisian tenaga surya, maka ini akan menjadi langkah yang tepat," tambahnya.

Berita lain terkait Krisis Ekonomi Lebanon

Berita lain terkait Mobil Listrik

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas