Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kawanan Belalang Serbu Lahan Pertanian di Lebanon, Diduga karena Perubahan Arah Angin

Helikopter Angkatan Darat dikerahkan untuk menyemprot belalang yang menyerbu lahan pertanian di Lebanon bagian timur laut.

Kawanan Belalang Serbu Lahan Pertanian di Lebanon, Diduga karena Perubahan Arah Angin
AFP
Sekelompok belalang gurun terbang di kota Arsal di timur laut Lebanon di perbatasan dengan Suriah, pada 23 April 2021. 

Sementara di selatan Lebanon memiliki lebih banyak lahan pertanian.

"Kami siap untuk apa pun yang mungkin terjadi," kata Mortada.

Baca juga: Politik Lebanon Memanas: Protes Terus Berlanjut, PM Hassan Diab Ancam akan Berhenti Bekerja

Sekelompok belalang gurun t
Sekelompok belalang gurun terbang di kota Arsal di timur laut Lebanon di perbatasan dengan Suriah, pada 23 April 2021.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan, kejadian itu tidak biasa di daerah itu tetapi perubahan arah angin telah membawa belalang dari Arab Saudi ke Yordania dan seterusnya ke Suriah dan Lebanon.

"Ini adalah kejadian yang sangat langka. Tempat berkembang biak di pantai Laut Merah, pantai utara Arab Saudi, jadi mereka tertiup masuk melalui Yordania dan Suriah," kata Maurice Saade, perwakilan FAO di Lebanon.

"Tapi sejauh ini itu terkendali dan saya jelas tidak melihat ada yang perlu dikhawatirkan," katanya.

Baca juga: Harga Makanan Makin Naik, Lebanon Hadapi Ramadan yang Sulit di Tengah Krisis Ekonomi

Pemadaman listrik di sebuah lingkuhan di ibu kota Lebanon, Beirut pada 31 Maret 2021. Saat Lebanon berjuang melawan krisis keuangan terburuknya dalam beberapa dekade, mata uang lokal telah kehilangan lebih dari 85 persen nilainya di pasar gelap. Bahkan dewan kota yang pernah terkaya di negara itu mengatakan sedang berjuang untuk mempertahankan jalan-jalannya, karena tekanan ekonomi memberi tekanan pada infrastruktur yang sudah rusak.
Pemadaman listrik di sebuah lingkuhan di ibu kota Lebanon, Beirut pada 31 Maret 2021. Saat Lebanon berjuang melawan krisis keuangan terburuknya dalam beberapa dekade, mata uang lokal telah kehilangan lebih dari 85 persen nilainya di pasar gelap. Bahkan dewan kota yang pernah terkaya di negara itu mengatakan sedang berjuang untuk mempertahankan jalan-jalannya, karena tekanan ekonomi memberi tekanan pada infrastruktur yang sudah rusak. (JAWAB AMRO / AFP)

Di Tengah Krisis Ekonomu, Lebanon Kenalkan Mobil Listrik

Di satu sisi, pemerintah Lebanon meluncurkan mobil listrik pertamanya, yang dinamai "QUDS RISE" meski di tengah krisis ekonomi yang mengerikan.

Mobil listrik tersebut menggunakan nama Arab Yerusalem yang merupakan proyek pengusaha Palestina kelahiran Lebanon, Jihad Mohammad.

"Ini adalah mobil pertama yang dibuat secara lokal," kata Mohammad kepada wartawan pada pembukaan di selatan Beirut, Sabtu (24/4/2021), seperti dilansir Tribunnews dari Al Jazeera.

"Itu dibangun di Lebanon dari awal sampai akhir," katanya tentang prototipe yang terpampang di depan dengan logo emas Kubah Batu, tempat suci di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem, situs tersuci ketiga Islam.

Baca juga: Ayatollah Ali Khamenei Tunjuk Mayjen Reza Falahzadeh Jadi Deputi Komandan Pasukan Al Quds

Baca juga: Inilah Sosok Pengganti Jenderal Soleimani Sebagai Komandan Brigade Quds Garda Revolusi Iran

Sebuah model bersandar pada kap
Sebuah model bersandar pada kap "Quds Rise", mobil listrik pertama yang diproduksi di Lebanon, selama upacara pembukaan di Khaldeh, selatan ibu kota Beirut, pada 24 April 2021. Kisi-kisi emas depan melambangkan masjid Al-Aqsa Kubah Batu di Yerusalem. Mobil listrik buatan Lebanon memulai debutnya dengan dua kali lipat untuk negara Mediterania yang tidak pernah memproduksi mobil dan didera krisis ekonomi dan pemadaman listrik. (ANWAR AMRO / AFP)
Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas