Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Rumah Sakit di India Terpaksa Tolak Pasien Covid-19 Karena Tak Ada Oksigen

Para pasien di rumah sakitnya ini bisa saja meninggal kehabisan oksigen, hal ini yang akhirnya membuatnya sulit untuk tidur.

Rumah Sakit di India Terpaksa Tolak Pasien Covid-19 Karena Tak Ada Oksigen
Sanjay KANOJIA / AFP
Orang-orang menunggu untuk mengisi ulang tabung oksigen medis mereka untuk pasien Covid-19 di stasiun pengisian oksigen di Allahabad India pada 24 April 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Dokter yang mengelola Rumah Wakit Shri Ram Singh di New Delhi, India, Dr Gautam Singh mengatakan pihaknya terpaksa menolak pasien virus corona (Covid-19) dengan kondisi kritis karena tidak ada jaminan oksigen yang cukup.

Padahal fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang dipimpinnya itu masih memiliki 50 tempat tidur dan ruangan yang cukup menampung 16 pasien ICU.

Dikutip dari laman BBC, Senin (3/5/2021), ia menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan sejumlah panggilan darurat (SOS) dalam beberapa hari terakhir untuk mendapatkan pasokan oksigen tepat pada waktunya demi menghindari bencana kematian pada pasiennya.

"Ini pertempuran yang kami perjuangkan setiap hari, separuh dari staf rumah sakit saya ini berada di jalan dengan membawa silinder untuk diisi setiap hari, pergi dari satu tempat ke tempat lain," kata Singh.

Baca juga: Dokter Muda India Bunuh Diri Karena Frustasi Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Bertambah

Singh sempat menyerukan pernyataan yang memilukan melalui cuitan dalam akun Twitternya.

Para pasien di rumah sakitnya ini bisa saja meninggal kehabisan oksigen.

Hal ini yang akhirnya membuatnya sulit untuk tidur.

"Saya harus berkonsentrasi untuk merawat pasien saya, dan tidak berlarian untuk mendapatkan oksigen," tegas Singh.

Pemilik rumah sakit lainnya pun turut menghadapi cobaan yang sama.

Seorang perempuan yang keluarganya menjalankan rumah sakit di New Delhi mengatakan bahwa tidak ada koordinasi antara pihak berwenang saat krisis oksigen ini dimulai.

"Selama beberapa hari itu, kami tidak tahu siapa orang yang relevan untuk dihubungi dan siapa yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikan masalah tersebut," jelas perempuan itu.

Ia menyebut situasinya 'sedikit lebih baik' untuk saat ini, namun masih ada ketidakpastian terkait pasokan oksigen.

Ini yang kemudian mempengaruhi kemampuan mereka dalam menerima lebih banyak pasien Covid-19.

"Setiap kali seseorang menanyakan apakah saya memiliki tempat tidur yang kosong dan stok oksigen, saya merasa tidak enak saat mengatakan tidak," kata perempuan itu.

Panggilan SOS dari rumah sakit, terutama rumah sakit kecil yang hanya mengandalkan silinder dan tidak memiliki tangki penyimpanan, muncul hampir setiap hari.

Kepala Menteri Negara Bagian New Delhi Arvind Kejriwal berulang kali mengatakan bahwa kota itu tidak mendapatkan cukup oksigen dari pemerintah federal, yang seharusnya mengalokasikan kuota oksigen ke negara bagian.

Namun pejabat federal menampik hal itu dan menyebut tidak ada kekurangan oksigen, melainkan tantangan yang ada saat ini adalah berasal dari sektor transportasi.

Hakim di Pengadilan Tinggi New Delhi pada hari Sabtu lalu pun mengatakan 'cukup, sudah cukup'.

"Anda (pemerintah) harus mengatur semuanya sekarang. Anda telah membuat alokasi, anda harus memenuhinya," kata Hakim.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas