Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Israel Selidiki Puluhan Kasus Peradangan Jantung setelah Suntikan Vaksin Covid Pfizer

Israel tengah menyelidiki temuan puluhan kasus orang mengalami peradangan jantung setelah menerima suntikan vkaisn Pfizer/BioNTech.

Israel Selidiki Puluhan Kasus Peradangan Jantung setelah Suntikan Vaksin Covid Pfizer
KAMIL KRZACZYNSKI / AFP
Fasilitas Pfizer di Pleasant Prairie, Wisconsin, pada 1 Desember 2020. Israel tengah menyelidiki temuan puluhan kasus orang mengalami peradangan jantung setelah menerima suntikan vkaisn Pfizer/BioNTech. 

TRIBUNNEWS.COM - Israel tengah menyelidiki temuan puluhan kasus orang mengalami peradangan jantung setelah menerima suntikan vkaisn Pfizer/BioNTech.

Komisaris Penanganan Corona Nachman Ash pada Minggu (2/5/2021) lewat wawancara dengan Radio 103FM angkat bicara.

Ash memaparkan, para pejabat kesehatan Israel menggali apakah kasus tersebut ada kaitannya dengan suntikan yang telah diberikan kepada lebih dari lima juta orang.

Channel 12 mengutip sebuah studi kementerian kesehatan melaporkan minggu lalu bahwa pemerintah mengidentifikasi 62 insiden peradangan otot jantung, atau selaput jantung-otot.

Baca juga: CEO Pfizer Sebut Obat Anti-Covid akan Tersedia Akhir 2021, Uji Klinis Sedang Dilakukan

Baca juga: Apa Itu Miokarditis? Peradangan Jantung yang Dialami Beberapa Penerima Vaksin Pfizer di Israel

Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin virus corona Pfizer-BioNtech COVID-19 di klinik keliling dekat Moshav Dalton di Israel utara pada 22 Februari 2021.
Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin virus corona Pfizer-BioNtech COVID-19 di klinik keliling dekat Moshav Dalton di Israel utara pada 22 Februari 2021. (JALAA MAREY / AFP)

Kondisi ini berkembang pada satu dari 100.000 orang yang menerima suntikan, sedangkan tingkat kejadian untuk pria berusia 18 hingga 30 tahun adalah satu dari 20.000.

Diwartakan Blooomberg, dua orang meninggal dan sisanya sembuh.

Studi tersebut tidak menunjukkan dengan pasti bahwa ada tingkat kematian yang lebih tinggi atau peningkatan kasus peradangan otot jantung, kata Kementerian Kesehatan dalam tanggapan email atas pertanyaan.

“Sepertinya manfaat dari vaksin ini begitu besar sehingga bahkan jika kami menemukan hubungan antara beberapa kasus dan vaksin, tidak akan dibenarkan untuk mengambil tindakan apapun terkait dengan vaksin tersebut,” kata Ash dalam wawancara.

"Informasinya sudah dikomunikasikan dengan Pfizer," imbuhnya.

Baca juga: Menteri Vaksinasi Jepang Benarkan Pfizer Setuju untuk Memasok 200 Juta Vaksin

Fasilitas Pfizer di Pleasant Prairie, Wisconsin, pada 1 Desember 2020.
Fasilitas Pfizer di Pleasant Prairie, Wisconsin, pada 1 Desember 2020. (KAMIL KRZACZYNSKI / AFP)

Pihak Pfizer dalam sebuah pernyataan mengaku telah mengetahui kasus miokarditis Israel.

“Kami belum mengamati tingkat miokarditis yang lebih tinggi daripada yang diharapkan pada populasi umum,” kata perusahaan tersebut.

“Hubungan kausal dengan vaksin belum ditetapkan. Tidak ada bukti saat ini untuk menyimpulkan bahwa miokarditis adalah risiko yang terkait dengan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech," kata perusahaan itu.

Berita lain terkait Vaksin Pfizer

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas