Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PM Jepang Akan Putuskan 7 Mei Perpanjang Tidaknya PSBB di Tokyo Osaka Hyogo dan Kyoto

PM Jepang Yoshihide Suga akan memutuskan perpanjangan tidaknya deklarasi darurat (PSBB) Jepang bagi Tokyo Osaka Hyogo dan Kyoto pada tanggal 7 Mei men

PM Jepang Akan Putuskan 7 Mei Perpanjang Tidaknya PSBB di Tokyo Osaka Hyogo dan Kyoto
Foto Richard Susilo
Nobuhiko Okabe Direktur, Institut Kesehatan dan Keselamatan Kota Kawasaki yang juga Penasehat PM Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYOPM Jepang Yoshihide Suga akan memutuskan perpanjangan tidaknya deklarasi darurat (PSBB) Jepang bagi Tokyo Osaka Hyogo dan Kyoto pada tanggal 7 Mei mendatang.

Perdana Menteri Yoshihide Suga telah berdiskusi dengan menteri terkait seperti Yasutoshi Nishimura, Menteri Revitaslisasi Ekonomi Jepang yang juga penanggungjawab penanggulangan pandemi corona serta menteri kesehatan Norihisa  Tamura, pada hari Rabu ini (5/5/2021) bahkan juga dengan Nobuhiko Okabe Direktur, Institut Kesehatan dan Keselamatan Kota Kawasaki yang juga Penasehat PM Jepang.

"PM Jepang akan memutuskan 7 Mei mendatang tampak sangat bingung berpikir panjang mengenai PSBB tersebut karena sampai kini pandemi khususnya di Osaka dan skeitarnya masih cukup tinggi penyebarannya," papar Okaba hari Rabu ini (5/5/2021) setelah bertemu PM Suga.

Keadaan darurat yang dikeluarkan untuk 4 prefektur seperti Tokyo dan Osaka sebagai tindakan penanggulangan terhadap virus korona baru, dan "langkah-langkah prioritas seperti pencegahan penyebaran" yang diterapkan ke 7 prefektur seperti   prefektur Aichi akan jatuh tempo pada tanggal 11 Mei 2021.

Sebelumnya, Gubernur Yoshimura dari Osaka mengumumkan pada tanggal 4 Mei bahwa sulit untuk membatalkan deklarasi saat ini karena sistem penyediaan perawatan medis kritis saat ini yang sedang berlangsung di mana terdapat kekurangan tempat tidur khusus untuk pasien yang sakit kritis.

Selain itu, selama liburan Golden Week, Fukuoka dan Tokushima meminta penerapan tindakan prioritas, dan pada tanggal 5 Mei ini, Hokkaido tidak akan menghentikan penyebaran infeksi di Kota Sapporo, bahkan memutuskan permintaan aplikasi "tindakan prioritas".

Ada pandangan bahwa sulit untuk segera melemahkan tindakan penanggulangan, dengan mengatakan bahwa tidak ada perbaikan dalam situasi infeksi di setiap wilayah dalam pemerintahan, dan Nobuhiko Okabe, Penasihat Khusus Kabinet, yang bertemu dengan Perdana Menteri Suga menambahkan, "Saya pikir saya sangat khawatir tentang bagaimana menanganinya."

Bapak Okabe menunjukkan bahwa cara berpikir tentang virus mutan dari virus konvensional perlu diubah, karena area di mana situasi infeksi yang memburuk semakin tersebar.

Setelah kunjungan, Okabe berkata, "Perdana Menteri Suga cukup bingung karena  jumlahnya tidak  turun.  Saya rasa saya sangat khawatir tentang bagaimana menangani deklarasi tersebut."

Mengenai penanganan deklarasi, “Data saat libur Golden Week tidak stabil, jadi sebaiknya lihat angkanya sampai batas tertentu. Di sini bukan berarti bisa dibatalkan atau tidak,” tandas Okabe lagi.

Pada tanggal 4 Mei kemarin, Perdana Menteri Suga bertemu dengan pemilik perusahaan yang memiliki restoran di berbagai tempat dan menerima permintaan dukungan untuk pembiayaan (subsidi) restoran.

Perdana Menteri Suga bertemu dengan Kota Matsuda, yang merupakan pemilik perusahaan yang mengoperasikan restoran di berbagai tempat dan juga pernah menjabat sebagai anggota parlemen majelis tinggi Jepang, di Kantor Perdana Menteri selama kurang lebih 30 menit.

Setelah ini,  Matsuda mengatakan kepada wartawan, "Saya diberitahu bahwa sistem makanan dan minuman dalam situasi yang sulit saat ini. Saya ingin membuat proposal sendiri, dan meskipun  tidak mungkin untuk melakukan pemeriksaan yang konkret,"

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas