Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

HNW Serukan Dunia Internasional Selamatkan Masjid Al Aqsha dan Hentikan Teror Israel

Tindakan brutal kesekian kalinya ini harus benar-benar mendapat perhatian dari dunia internasional

HNW Serukan Dunia Internasional Selamatkan Masjid Al Aqsha dan Hentikan Teror Israel
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pengunjukrasa dari Jerit Palestina melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, di Jakarta, Jumat (7/5/2021). Unjuk rasa dilakukan untuk memperingati hari Al Quds internasional, yang serempak diadakan di seluruh dunia. Hari Al Quds yang diartikan sebagai hari Yerusallem, diadakan setiap Jumat di bulan terakhir Ramadan. Untuk menandakan perlawanan terhadap zionis Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengecam serangan tentara Israel terhadap Masjid Al Aqsha disertai teror dan kebrutalan terhadap umat Islam yang sedang beribadah tarawih di dalamnya. 

Dia juga menyerukan kepada dunia internasional untuk bersama-sama  menyelamatkan masjid Al Aqsha, menghentikan teror Israel dan memberikan sanksi kepada Israel dengan mengucilkannya secara internasional.  

HNW, sapaan akrabnya Hidayat Nur Wahid, mengatakan peristiwa ini kembali terjadi, setelah sebelumnya di awal Ramadhan pihak Israel mensabotase adzan di Masjid Al Aqsha.

Juga ada tindakan tentara Israel yang mem-back up para radikalis Yahudi merampas tanah dan rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah Jerussalem Timur.

Menurutnya, tindakan brutal kesekian kalinya ini harus benar-benar mendapat perhatian dari dunia internasional. 

“Tentara Israel telah melakukan teror terbuka terhadap Masjid Al Aqsa, tempat ibadah umat Islam yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Tindakan ini sama dengan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris yang menyasar rumah ibadah agama lain, tapi ini lebih parah karena dilakukan berulang-ulang oleh entitas negara, dan menyalahi berbagai kesepakatan internasional,” ujar HNW dalam keterangannya, Sabtu (8/5/2021). 

Baca juga: Jemaah Palestina Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al Aqsa Yerusalem, 200 Lebih Orang Terluka

HNW juga mendesak sejumlah pihak agar lembaga-lembaga internasional yang memperhatikan hak asasi manusia (HAM) dan perdamaian di Timur Tengah, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab dan Komunitas HAM internasional, untuk segera bersidang dan mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan masjid Al Aqsha dan menjatuhkan sanksi atas terorisme Israel.

“Langkah konkret penting segera diambil, karena sangat disesalkan bila dunia internasional hanya diam saja dan membiarkan kejahatan melanggar konvensi PBB dan HAM internasional terus terjadi. Padahal kejahatan Israel ini sangat serius mengancam proposal perdamaian di Timur Tengah,” kata dia. 

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menuturkan bahwa tindakan brutal tentara Israel ini menunjukan bahwa upaya Israel melakukan ‘normalisasi’ hubungan dengan sejumlah negara Arab dan Timur Tengah dengan iming-iming perdamaian hanya sebuah omong kosong.

“Bagaimana perdamaian bisa terjadi sesuai janji Israel dalam setiap proyek ‘normalisasi’, sedangkan mereka menyerang Masjid alAqsho yg sangat dihormati olh Umat Islam sedunia, apalagi juga dg menyerang Umat yang beribadah di dalamnya?” kata HNW. 

“Hubungan antar negara hanya akan bisa berlaku normal apabila dilakukan antar negara yang beradab, bukan dengan negara abnormal yang terus menerus melakukan penjajahan dan aksi terorisme,” tambahnya.     

HNW berharap agar gerakan menyelamatkan masjid Al Aqsha serta menghukum dan menghentikan teror Israel oleh sekelompok aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), seperti gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS), dapat diupgrade ke level yang lebih tinggi dengan melibatkan aturan di setiap negara. 

“Sudah selayaknya bila negara teroris semacam ini diberi sanksi dan tidak mendapat tempat di level pergaulan beradab internasional,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas