Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

Israel Masih Serang Jalur Gaza, 119 Warga Palestina Termasuk Anak-anak Tewas dan 830 Orang Terluka

Sekira 119 warga Palestina, termasuk 31 anak-anak, telah tewas dan lebih dari 830 luka-luka sejak permusuhan berkobar sejak Senin (10/5/2021).

Israel Masih Serang Jalur Gaza, 119 Warga Palestina Termasuk Anak-anak Tewas dan 830 Orang Terluka
EMMANUEL DUNAND / AFP
Gambar ini diambil dari Sderot di Israel selatan di perbatasan dengan Jalur Gaza, menunjukkan roket yang ditembakkan dari sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel, pada 13 Mei 2021. Meskipun ada kekhawatiran global dan upaya diplomatik untuk menghentikan kekerasan yang terus meningkat, ratusan roket merobeknya. langit di atas Jalur Gaza semalam dan angkatan udara Israel melancarkan beberapa serangan dengan jet tempur, menargetkan apa yang digambarkannya sebagai lokasi yang terkait dengan Hamas, gerakan Islam yang mengontrol Gaza. 

Otoritas Israel telah menutup penyeberangan Erez di utara Jalur Gaza sejak 10 Mei, termasuk untuk pekerja kemanusiaan, serta penyeberangan Kerem Shalom di selatan tempat barang dan bahan bakar masuk.

"Kemanusiaan terus memberikan bantuan di lapangan tetapi ketidakamanan saat ini secara signifikan membatasi pengiriman layanan penting, termasuk tanggapan COVID-19 yang sedang berlangsung," kata Jens Laerke, juru bicara OCHA.

Baca juga: Israel Tengah Mempersiapkan Serangan Darat ke Jalur Gaza

Sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) Israel bekerja keras menahan gelombang serangan roket kelompok Hamas dari Jalur Gaza, Selasa 911/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021).
Sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) Israel bekerja keras menahan gelombang serangan roket kelompok Hamas dari Jalur Gaza, Selasa 911/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021). (AFP/ANAS BABA)

Pukul 09:31 GMT; Aktivis hak asasi manusia di Jalur Gaza akui belum tidur tiga hari terakhir

Maha Hussaini, seorang aktivis hak asasi manusia di Jalur Gaza, berbicara dengan Al Jazeera merinci pengalamannya dalam menghadapi pemboman Israel yang sedang berlangsung.

"Saya belum tidur selama tiga hari terakhir karena penembakan semakin intensif pada malam hari," ucapnya kepada Al Jazeera.

"Kadang kami bisa membeli makanan atau memesan kiriman tapi kebanyakan toko tutup karena juga dibombardir," katanya.

Hussaini mengatakan bagian utara Jalur Gaza telah menyaksikan serangan "paling kejam" semalam, dengan jet tempur, tank dan penembakan artileri "semua membom satu daerah di 62 kilometer".

Pukul 09:00 GMT; Macron serukan gencatan senjata

Presiden Prancis Emmanuel Macron "dengan tegas" menyerukan gencatan senjata.

"Spiral kekerasan di Timur Tengah harus dihentikan. Saya sangat menyerukan gencatan senjata dan dialog," kata Macron di Twitter.

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas