Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Beredar Draf Penonton Khusus Olimpiade Jepang, Diseleksi Ketat dan Larangan Bawa Makanan

Tindakan tegas akan diambil untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19 selama Olimpiade.

Beredar Draf Penonton Khusus Olimpiade Jepang, Diseleksi Ketat dan Larangan Bawa Makanan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Logo Olimpiade diapungkan di atas air di daerah Odaiba Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah draf beredar yang menyebutkan adanya kemungkinan penonton khusus selama penyelenggaraan Olimpiade Tokyo Jepang yang akan dimulai 23 Juli 2021.

"Jumlah sangat terbatas dan itu juga penonton khusus yang diseleksi sangat ketat untuk memasuki stasiun Olimpiade," kata sumber Tribunnews.

Draf yang sedang dipertimbangkan pemerintah untuk penanggulangan virus corona bagi penonton di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo di musim panas telah terungkap.

Pilar utamanya adalah wajib menunjukkan sertifikat negatif seperti tes PCR pada saat masuk, dan larangan membawa makanan dan minuman ke dalam lokasi Olimpiade.

Tindakan tegas akan diambil untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19 selama Olimpiade.

Beberapa pejabat pemerintah telah mengungkapkan rencana untuk menentukan jumlah maksimum penonton di venue pada akhir Juni.

Baca juga: Jepang Pertimbangkan Aturan Negatif Tes Covid-19 Bagi Penonton Olimpiade Tokyo

Dengan asumsi jumlah penonton tertentu akan masuk, ketiga pihak baik penyelenggara, pemerintah dan pihak IOC, akan bergegas menerapkan langkah-langkah pengendalian infeksi berdasarkan draf tersebut.

Menurut draft, semua penonton akan diminta untuk melakukan tes PCR terlebih dahulu, menunjukkan hasil tes PCR nya dan masuk akan diizinkan dengan syarat mereka menunjukkan sertifikat negatif dalam waktu satu minggu sebelum hari pertandingan di pintu masuk.

Orang yang sudah divaksinasi tidak diminta sertifikat negatif tes PCR jika mereka memiliki sertifikat vaksinasi.

Biaya tes PCR dibayar oleh pemerintah, dan pemerintah memperkirakan bahwa jumlah maksimum pemeriksaan diperkirakan sekitar 400.000 per hari, dan sistem inspeksi akan diperluas di masa depan.

"Di venue, kami akan memeriksa kesehatan secara menyeluruh di pintu masuk, memakai masker setiap saat, menjaga prokes dan meninggalkan venue secara terdistribusi."

"Dilarang makan dan minum sambil menonton pertandingan, dilarang bersorak keras, dan tos (beradu telapak tangan dengan orang lain). Penjaga keamanan ditugaskan, dan tindakan seperti penolakan masuk dan keluar dilakukan tegas sekali bagi para pelanggar," jelasnya.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas