Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Krisis Myanmar

Junta Militer Myanmar Layangkan Tuntutan Terbaru terhadap Aung San Suu Kyi atas Dugaan Korupsi

Junta militer Myanmar resmi menuntut pemimpin sipil, Aung San Suu Kyi, dan pejabat lainnya atas kasus dugaan korupsi pada Kamis (10/6/2021).

Junta Militer Myanmar Layangkan Tuntutan Terbaru terhadap Aung San Suu Kyi atas Dugaan Korupsi
STR / AFP
Dalam foto file yang diambil pada 17 Juli 2019 ini, Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara selama upacara pembukaan Pusat Inovasi Yangon di Yangon. Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi terkena dua dakwaan pidana baru ketika dia muncul di pengadilan melalui tautan video pada 1 Maret 2021, sebulan setelah kudeta militer yang memicu protes besar-besaran tanpa henti. 

Lebih dari 850 orang telah tewas dalam tindakan keras aparat menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Screengrab ini disediakan melalui AFPTV dan diambil dari siaran oleh Myawaddy TV di Myanmar pada 27 Maret 2021 menunjukkan kepala angkatan bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing menghadiri parade tahunan yang diadakan oleh militer untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata di ibu kota Naypyidaw.
Screengrab ini disediakan melalui AFPTV dan diambil dari siaran oleh Myawaddy TV di Myanmar pada 27 Maret 2021 menunjukkan kepala angkatan bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing menghadiri parade tahunan yang diadakan oleh militer untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata di ibu kota Naypyidaw. (Handout / AFPTV / Myawaddy TV / AFP)

Baca juga: Politisi Myanmar Minta Dukungan Warga Rohingya Melawan Junta Militer

Baca juga: Junta Militer Myanmar Diam-diam Pindahkan Aung San Suu Kyi Ke Lokasi Tidak Diketahui

Menurut Al Jazeera, Suu Kyi akan diadili pada Senin mendatang.

Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, menyangkal tuduhan korupsi dan menyebutnya tidak masuk akal.

"Ada latar belakang politik yang tidak dapat disangkal untuk menjauhkannya dari panggung negara dan mencoreng prestisenya," katanya kepada AFP.

"Itulah salah satu alasan untuk menuntutnya untuk menjauhkannya dari tempat kejadian."

Suu Kyi menghabiskan lebih dari 15 tahun di bawah tahanan rumah selama pemerintahan militer sebelumnya hingga akhirnya dibebaskan pada 2010.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas