Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Krisis Myanmar

Junta Militer Myanmar Layangkan Tuntutan Terbaru terhadap Aung San Suu Kyi atas Dugaan Korupsi

Junta militer Myanmar resmi menuntut pemimpin sipil, Aung San Suu Kyi, dan pejabat lainnya atas kasus dugaan korupsi pada Kamis (10/6/2021).

Junta Militer Myanmar Layangkan Tuntutan Terbaru terhadap Aung San Suu Kyi atas Dugaan Korupsi
STR / AFP
Dalam foto file yang diambil pada 17 Juli 2019 ini, Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara selama upacara pembukaan Pusat Inovasi Yangon di Yangon. Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi terkena dua dakwaan pidana baru ketika dia muncul di pengadilan melalui tautan video pada 1 Maret 2021, sebulan setelah kudeta militer yang memicu protes besar-besaran tanpa henti. 

TRIBUNNEWS.COM, YANGOON - Junta militer Myanmar resmi menuntut pemimpin sipil, Aung San Suu Kyi, dan pejabat lainnya atas kasus dugaan korupsi pada Kamis (10/6/2021).

"Komisi Antikorupsi telah memeriksa kasus korupsi terhadap mantan penasihat negara Daw Aung San Suu Kyi," kata kementerian informasi Myanmar.

"Dia dinyatakan bersalah melakukan korupsi menggunakan pangkatnya," tambah pernyataan itu, dikutip dari Bloomberg

Militer sebelumnya telah memindahkan Suu Kyi dan mantan presiden Win Myint dari tempat tinggal mereka di ibu kota.

Sampai saat ini, keberadaan keduanya belum diketahui.

Baca juga: Junta Militer Keluarkan Tuduhan Baru Kasus Korupsi Aung San Suu Kyi

Baca juga: Tiga Respons Indonesia Terkait Kunjungan Sekjen ASEAN ke Myanmar 

Para migran Myanmar di Thailand menunjukkan salam tiga jari dan foto pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi yang ditahan pada sebuah protes terhadap kudeta militer di negara asal mereka, di depan gedung ESCAP PBB di Bangkok pada 22 Februari 2021.
Para migran Myanmar di Thailand menunjukkan salam tiga jari dan foto pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi yang ditahan pada sebuah protes terhadap kudeta militer di negara asal mereka, di depan gedung ESCAP PBB di Bangkok pada 22 Februari 2021. (Mladen ANTONOV / AFP)

Menurut laporan Reuters dari Global New Light of Myanmar, dugaan korupsi ini merupakan tuntutan baru yang dituduhkan kepada Suu Kyi.

Sebelumnya, junta militer telah menuntut Suu Kyi dengan berbagai kasus lainnya.

Diketahui Aung San Suu Kyi dilengserkan oleh militer Myanmar pada 1 Februari lalu.

Global New Light of Myanmar mengutip Komisi Pemberantasan Korupsi, yang mengatakan tuduhan korupsi itu terkait penyalahgunaan tanah untuk yayasan amal Daw Khin Kyi pimpinannya.

Dikatakan berkas kasus telah dibuka terhadap Suu Kyi dan beberapa pejabat lainnya pada Rabu.

"Dia dinyatakan bersalah melakukan korupsi menggunakan pangkatnya."

"Jadi dia didakwa berdasarkan UU Antikorupsi pasal 55," lapor surat kabar Global New Light of Myanmar.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menuduh Aung San Suu Kyi menerima USD 600.000 dan emas dari mantan kepala menteri wilayah Yangon.

Para pengunjuk rasa memberi hormat tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di kota Sanchaung Yangon pada 27 April 2021.
Para pengunjuk rasa memberi hormat tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di kota Sanchaung Yangon pada 27 April 2021. (STR / AFP)

Menurut undang-undang ini, mereka yang bersalah terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.

Kasus-kasus yang telah dihadapi Suu Kyi berkisar dari kepemilikan ilegal radio walkie-talkie hingga melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi.

Para pendukungnya mengatakan kasus-kasus itu bermotif politik.

Junta militer menggulingkan Suu Kyi karena partainya dianggap curang dalam pemilu November lalu.

Tuduhan ini sebelumnya telah disangkal komisi pemilihan dan pihak pemantau internasional.

Sejak kudeta dimulai, kondisi Myanmar semakin memprihatinkan.

Warga pro-pemerintah terus melakukan demonstrasi meskipun banyak di antara mereka yang ditangkap aparat.

Lebih dari 850 orang telah tewas dalam tindakan keras aparat menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Screengrab ini disediakan melalui AFPTV dan diambil dari siaran oleh Myawaddy TV di Myanmar pada 27 Maret 2021 menunjukkan kepala angkatan bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing menghadiri parade tahunan yang diadakan oleh militer untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata di ibu kota Naypyidaw.
Screengrab ini disediakan melalui AFPTV dan diambil dari siaran oleh Myawaddy TV di Myanmar pada 27 Maret 2021 menunjukkan kepala angkatan bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing menghadiri parade tahunan yang diadakan oleh militer untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata di ibu kota Naypyidaw. (Handout / AFPTV / Myawaddy TV / AFP)

Baca juga: Politisi Myanmar Minta Dukungan Warga Rohingya Melawan Junta Militer

Baca juga: Junta Militer Myanmar Diam-diam Pindahkan Aung San Suu Kyi Ke Lokasi Tidak Diketahui

Menurut Al Jazeera, Suu Kyi akan diadili pada Senin mendatang.

Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, menyangkal tuduhan korupsi dan menyebutnya tidak masuk akal.

"Ada latar belakang politik yang tidak dapat disangkal untuk menjauhkannya dari panggung negara dan mencoreng prestisenya," katanya kepada AFP.

"Itulah salah satu alasan untuk menuntutnya untuk menjauhkannya dari tempat kejadian."

Suu Kyi menghabiskan lebih dari 15 tahun di bawah tahanan rumah selama pemerintahan militer sebelumnya hingga akhirnya dibebaskan pada 2010.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas