Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza Balas Serangan Balon Api dari Palestina

Militer Israel mengatakan pesawatnya menyerang kelompok bersenjata Hamas di Kota Gaza dan kota selatan Khan Younis

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza Balas Serangan Balon Api dari Palestina
Twitter France24
Angkatan Udara Israel dilaporkan telah melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza, pada Rabu pagi (16/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM - Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Rabu (16/6/2021) dini hari waktu setempat.

Gempuran Israel adalah pertama sejak 11 hari genjatan senjara bulan lalu dan sebagai balasan serangan balon api yang diluncurkan dari wilayah Palestina oleh para militan.

Serangan balon api ini, ujian pertama bagi pemerintahan baru Israel.

Militer Israel mengatakan pesawatnya menyerang kelompok bersenjata Hamas di Kota Gaza dan kota selatan Khan Younis.

Israel menyatakan "siap untuk semua skenario, termasuk pertempuran terbaru dalam menghadapi aksi teroris yang terus berasal dari Gaza".

Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza setelah Palestina Kirim Balon Pembakar

Serangan itu, kata militer, datang sebagai tanggapan atas serangan balon api, yang dilaporkan brigade pemadam kebakaran Israel menyebabkan 20 titik api di ladang terbuka di masyarakat dekat perbatasan Gaza.

Seorang juru bicara Hamas, mengkonfirmasi serangan Israel, mengatakan warga Palestina akan terus memberi "perlawanan dan mempertahankan hak-hak mereka dan situs suci" di Yerusalem.

Beberapa jam sebelumnya, ribuan warga Israel yang mengibarkan bendera berkumpul di sekitar Gerbang Damaskus Kota Tua Yerusalem sebelum menuju ke Tembok Barat suci Yudaisme, menarik kemarahan dan kecaman Palestina.

Israel, yang menduduki Yerusalem Timur dalam perang tahun 1967 dan kemudian menganeksasinya dalam langkah yang belum memenangkan pengakuan internasional, menganggap seluruh kota sebagai ibu kotanya.

Warga Palestina ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara masa depan yang akan mencakup Tepi Barat dan Gaza.

Sebelum pawai Selasa, Israel meningkatkan penyebaran sistem anti-rudal Iron Dome untuk mengantisipasi kemungkinan serangan roket dari Gaza

Tetapi ketika pawai mulai bubar setelah malam tiba di Yerusalem, tidak ada tanda-tanda tembakan roket dari Gaza.

Prosesi ini awalnya dijadwalkan pada 10 Mei sebagai bagian dari perayaan "Hari Yerusalem" yang merayakan pendudukan Israel atas Yerusalem Timur. (Alarabiya/AP/AFP)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas