Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Banyak Lawan Politik Dipenjara, Ini Jawaban Presiden Putin saat Ditanya soal Ketakutannya

Presiden Rusia, Vladimir Putin menjawab pertanyaan reporter menyoal dirinya diduga kerap menyingkirkan lawan politik dengan berbagai cara.

Banyak Lawan Politik Dipenjara, Ini Jawaban Presiden Putin saat Ditanya soal Ketakutannya
DENIS BALIBOUSE / POOL / AFP
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Villa la Grange di Jenewa pada 16 Juni 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menjawab pertanyaan reporter menyoal dirinya diduga kerap menyingkirkan lawan politik dengan berbagai cara.

Dilansir CNN, Rachel Scott dari ABC News menyinggung Putin soal tindakan keras terhadap lawan politiknya, Rabu (16/6/2021). 

"Daftar lawan politik Anda (Putin) yang meninggal, dipenjara, atau ditahan amat panjang."

"Dan sekarang Anda mencegah orang-orang yang mendukung (pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny) untuk mencalonkan diri," kata Scott.

"Jadi pertanyaan saya, Pak Presiden apa yang Anda takutkan?" tanya reporter ini.

Baca juga: Presiden Joe Biden Batalkan Rencana Donald Trump  Untuk Larang TikTok dan WeChat

Baca juga: Presiden Putin Puas dengan Penjelasan Biden yang Menyebutnya Seorang Pembunuh

Presiden AS Joe Biden (kanan) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di 'Villa la Grange' di Jenewa pada 16 Juni 2021.
Presiden AS Joe Biden (kanan) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di 'Villa la Grange' di Jenewa pada 16 Juni 2021. (DENIS BALIBOUSE / POOL / AFP)

Pertanyaan ini muncul saat Putin melakukan konferensi pers setelah bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden.

Putin menjawab bahwa Navalny mendirikan organisasi 'ekstremis' tanpa menyebutkan namanya.

Menurut Presiden Rusia ini, organisasi tersebut menyerukan kekacauan meluas dan melanggar hukum.

Putin kemudian merujuk pada protes Black Lives Matter di Amerika Serikat.

Dia mengatakan, AS mengalami kekacauan dan kehancuran setelah kematian George Floyd.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas