Tribun

Tour de France

Polisi Cari Penonton Perempuan Berjaket Kuning Penyebab Tabrakan Beruntun di Tour de France

Kepolisian Prancis mencari perempuan penonton yang diduga penyebab tabrakan beruntun pebalap pada Tour de France etape pertama Sabtu (26/6)

Editor: hasanah samhudi
Polisi Cari Penonton Perempuan Berjaket Kuning Penyebab Tabrakan Beruntun di Tour de France
BBC
Perempuan berjaket kuning dicari Kepolisian Prancis karena diduga penyebab tabrakan beruntun pebalap Tour de France etape pertama 

Pihak kepolisian menyatakan akan mendakwa perempuan penonton tersebut karena “sengaja melanggar peraturan keselamatan dan menyebabkan cedera yang dapat membuat orang tidak bisa bekerja selama tiga bulan.”

Rekaman video dari insiden tersebut telah dibagikan secara luas secara online.

Menurut polisi, wanita itu melarikan diri dari tempat kejadian setelah kecelakaan itu. Penyidik sudah meminta keterangan saksi.

Wakil Direktur Tour de France Pierre-Yves Thouault mengatakan tur akan mengambil tindakan hukum terhadap wanita itu.

"Kami menuntut wanita yang berperilaku sangat buruk ini. Kami melakukan ini agar minoritas kecil orang yang melakukan ini tidak merusak pertunjukan untuk semua orang," katanya kepada kantor berita AFP.

Baca juga: Ada Kisah Pembalap yang Tertukar di MotoGP Doha 2021, Murid Rossi Lakukan Kesalahan Konyol

Prancis telah melonggarkan pembatasan virus corona dan banyak orang berbondong-bondong untuk melihat para pebalap.

Mereka yang berharap untuk melihat para pebalap telah diberitahu untuk menghindari rute dan menjaga jarak.

Seorang juru bicara Organisasi Olahraga Amaury, penyelenggara Tour de France, mengkonfirmasi kepada CNN bahwa perusahaan telah mengajukan keluhan kepada pihak berwenang.

Menurut situs Tour de France, tiga pebalap mengundurkan diri dari balapan setelah etape pertama Sabtu lalu, termasuk pebalap Jerman Jasha Sutterlin yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Timnya, DSM, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Sutterlin dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang menunjukkan tidak ada tulang yang patah. “Tetapi memar parah di pergelangan tangan kanannya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah,” sebut timnya.

Tabrakan beruntun pebalap akhir pekan lalu itu adalah yang pertama dari dua kecelakaan besar selama etape, dengan 8km kedua dari akhir melibatkan juara empat kali Chris Froome dan banyak lainnya. (Tribunnews.com/BBC/CNN/Hasanah Samhudi)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas