Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jepang Punya Aturan Baru, Mulai 6 Juli Barang yang Dikirim Sepihak Boleh Dibuang

Terhitung mulai 6 Juli, jika menerima barang yang tidak diinginkan maka tidak perlu membayar barang tersebut.

Jepang Punya Aturan Baru, Mulai 6 Juli Barang yang Dikirim Sepihak Boleh Dibuang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Selebaran dari Lembaga Konsumen Jepang mengenai Okuritsuke sh?h? atau Perdagangan Opsi Negati, pengiriman sepihak barang yang tidak diinginkan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mulai Selasa (6/7/2021) aturan baru diberlakukan di Jepang. Jika menerima barang yang tidak diinginkan maka tidak perlu membayar barang tersebut.

"Aturan baru yang disebut "Pengiriman Kode Komersial" akan berubah mulai 6 Juli karena revisi Kode Komersial Tertentu. Sejak saat itu kalau menerima kiriman barang yang tidak kita inginkan, maka barang tersebut dapat dibuang," papar sumber Tribunnews.com, Sabtu (3/7/2021).

Barang yang dikirim bermacam-macam, seperti seafood seperti kepiting dan makanan kesehatan, yang juga tertulis di leaflet Badan Konsumen Jepang.

Tahun lalu, metode pengiriman masker yang tidak terkait tanpa izin muncul, meniru pembagian masker kain oleh pemerintah dan menarik perhatian.

Dan ada korban masyarakat yang menerimanya karena menyangka masker itu gratis.

"Sampai saat ini, jika Anda menerima produk yang Anda tidak ingat pernah membelinya dengan "Mengirim Kode Komersial", Anda harus menyimpannya selama 14 hari dan kemudian berhak untuk membuangnya," jelasnya.

Korespondensi dengan klausa pengiriman sepihak dengan 3 klausa.

Bagian 1: Barang dapat segera dibuang
Bagian 2: Tidak ada pembayaran yang diperlukan bahkan jika operator bisnis meminta uang
Bagian 3: Jika Anda tidak sengaja membayar uang, segera konsultasikan ke Badan Konsumen Jepang.

Jika Anda telah membayar untuk produk yang tidak Anda ingat, harap hubungi hotline konsumen (nomor telepon 188 tanpa kode area).

Baca juga: Banjir di Kota Atami Jepang, Rumah dan Mobil Hanyut Terbawa Tanah Longsor

Tidak perlu lagi menyimpannya, dan akan lebih baik segera membuangnya, tetapi mungkinkah ada masalah yang mengharuskan pengembalian?

"Jika disuruh "kembali", Anda bisa mengatakan "tidak perlu kembali", jadi jika Anda mengirim lebih banyak barang, bisnis akan kehilangan lebih banyak dan lebih banyak lagi dan kita berhak tidak membayarnya karena memang kita tak menginginkannya."

Jika melakukan kesalahan dan membayar uang, kita dapat mengatakan "Tolong kembalikan", dan bila ada masalah tak mau dikembalikan uangnya bisa hubungi Badan Konsumen Jepang nemor telepon 188.

Undang-undang yang direvisi tentang Kode Dagang Pengiriman akan mulai berlaku pada tanggal 6 Juli, jadi perlu diketahui bahwa produk yang dikirim sebelum tanggal tersebut harus disimpan selama 14 hari seperti sebelumnya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas