Tribun

Virus Corona

Ilmuwan Utama dalam Uji Coba Vaksin Sinovac di Indonesia Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19

Ilmuwan utama dalam uji coba vaksin Sinovac di Indonesia, Novilia Sjafri Bachtiar meninggal karena dugaan Covid-19 pada Rabu (7/7/2021).

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Ilmuwan Utama dalam Uji Coba Vaksin Sinovac di Indonesia Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19
Tangkap Layar CNN
Ilmuwan utama dalam uji coba vaksin Sinovac di Indonesia, Novilia Sjafri Bachtiar meninggal karena dugaan Covid-19 pada Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Ilmuwan utama dalam uji coba vaksin Sinovac di Indonesia meninggal karena dugaan Covid-19 pada Rabu (7/7/2021).

Kematian Novilia Sjafri Bachtiar terjadi saat kematian akibat virus corona mencapai rekor tertinggi di Indonesia.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang paling banyak menggunakan vaksin Sinovac.

Meninggalnya Sjafri pun menjadi sorotan media asing, satu di antaranya yakni CNN.

Baca juga: Vaksin Sinovac Tak Diakui di Singapura, Ini Kata Mantan Direktur WHO

Baca juga: Singapura Tak Catat Warga yang Disuntik Vaksin Sinovac pada Data Vaksinasi Covid-19 Nasional

Novilia Sjafri Bachtiar Meninggal Dunia
Ilmuwan utama dalam uji coba vaksin Sinovac di Indonesia, Novilia Sjafri Bachtiar meninggal karena dugaan Covid-19 pada Rabu (7/7/2021).

Kantor berita lokal mengatakan Novilia meninggal karena virus corona.

CNN menulis seorang pejabat perusahaan farmasi milik negara, BioFarma membeberkan Sjafri telah dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir memposting pesan di Instagram berduka atas "kerugiannya yang besar" bagi BioFarma, badan yang membuat vaksin.

Ia tidak memberikan penyebab kematiannya.

"Ia (Novilia Sjafri Bachtiar) adalah lead scientist dan ketua dari puluhan uji klinis yang dilakukan BioFarma, termasuk uji klinis vaksin Covid-19 yang bekerja sama dengan Sinovac," katanya.

“Sudah diproduksi dan disuntikkan ke puluhan juta orang di Indonesia, sebagai bagian dari upaya kita untuk bebas dari pandemi Covid-19 ini.”

Menteri BUMN Erick Thohir ungkap hutang PLN mencapai Rp 500 Triliun, saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (4/6/2021).
Menteri BUMN Erick Thohir ungkap hutang PLN mencapai Rp 500 Triliun, saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (4/6/2021). (Tangkapan Layar Youtube DPR RI)

Baca juga: BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac Biofarma ke Usia 12 Tahun ke Atas, Ini Tanggapan Ketua DPR

Baca juga: Biofarma Telah Evaluasi Kesiapan 352 Klinik dan 17 Rumah Sakit untuk Vaksinasi Gotong Royong

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P

Wiki Populer

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas