Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo 2020

Mantan Dubes Jepang Untuk Indonesia Termasuk Kelompok Penentang Olimpiade Paralimpiade

Mantan Dubes Jepang untuk Indonesia (Juli 2002-April 2006) kini memasuki kelompok penentang Olimpiade dan Paralimpiade Jepang.

Mantan Dubes Jepang Untuk Indonesia Termasuk Kelompok Penentang Olimpiade Paralimpiade
Foto Richard Susilo
Chizuko Ueno, Professor Emeritus, dari Universitas Tokyo (kiri), Yutaka Iimura mantan Dubes Jepang di Indonesia, dan Perancis, serta Mikio Haruna, wartawan Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Mantan Dubes Jepang untuk Indonesia (Juli 2002-April 2006) kini memasuki kelompok penentang Olimpiade dan Paralimpiade Jepang.

"Saya sebenarnya bimbang sebelum memutuskan gabung kelompok penentang ini karena saya juga pikirkan nasib para atlit yang telah mempersiapkan diri bertahun-tahun untuk menghadapi Olimpiade yang akan dibuka Jumat besok," papar Iimura kepada Tribunnews.com dalam jumpa pers di klub wartawan asing di Tokyo Jepang (FCCJ)  Senin ini (19/7/2021).

Namun Iimura melihat dan takut kalau dampak Covid-19 akan jauh lebih besar daripada Olimpiade tersebut itu sendiri.

"Manfaat Olimpiade kalau melihat dampak yang bisa terjadi penyebaran Covid-19 yang meluas kemungkinan nantinya, akan menjadi tak ada artinya. Kita takut dampak infeksi covid-19 akan meluas di jepang dengan adanya Olimpiade ini."

Selain itu Iimura juga menyatakan takutnya kalau sampai menyebar luas, bahkan Jepang bisa jadi pusat penyebaran Covid-19 di dunia malahan, tekannya lagi.

Iimura juga menekankan Olimpiade saat ini dapat dicatat sebagai Olimpiade dalam sejarah sebagai Olimpiade  yang tidak dikehendaki rakyat tuan rumah berdasarkan survei Asahi Shimbun hampir 60 responden Jepang menentang Olimpiade.

"Rasanya bagi kami uang Olimpiade akan jauh lebih baik dipakai untuk negara berkembang seperti Indonesia yang saat ini sedang kesulitan mengantisipasi Covid-19. Uang itu akan jauh lebih bermanfaat ketimbang dipakai membuat acara Olimpiade," tambahnya lagi.

Kelompok Iimura menurutnya dari survei yang dilakukan lewat internet, sedikitnya 140.000 orang menentang Olimpiade.

Sedangkan kelompok Utsunomiya, seorang pengacara Jepang menganggap telah mengumpulkan 400.000 orang penandatangan yang menolak Olimpiade di Jepang.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas