Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ogah Jualan di Wilayah Jajahan Israel, Perusahaan Es Krim AS Ben & Jerry's Bikin Murka PM Bennet

Penjualan Ben & Jerry's di wilayah Palestina yang kini diduduki Israel telah dimulai sejak akhir 1980-an.

Ogah Jualan di Wilayah Jajahan Israel, Perusahaan Es Krim AS Ben & Jerry's Bikin Murka PM Bennet
YONATAN SINDEL / POOL / AFP
Perdana Menteri Naftali Bennett 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, TEL AVIV - Perusahaan es krim asal Amerika Serikat (AS) Ben & Jerry's baru-baru ini membuat marah Pemerintah Israel setelah merilis pernyataan yang mengungkapkan bahwa mereka tidak akan lagi menjual produknya di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Mereka mengklaim hal 'itu tidak sesuai' dengan nilai-nilai perusahaan. Sehari setelah pengumuman tersebut,  ketegangan pun semakin meningkat.

Dikutip dari Sputnik News, Rabu (21/7/2021), Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett menyampaikan 'keprihatinannya' atas langkah yang akan diambil perusahaan itu.

Bennet memperingatkan bahwa konsekuensinya akan 'sangat berat'.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor Bennett melalui media sosial Twitter, menyatakan bahwa pengganti Benjamin Netanyahu itu berhasil membahas masalah ini dengan CEO Unilever, Alan Jope.

Baca juga: Aktivis dan Jurnalis Jadi Target Serangan Spyware Israel, Kominfo Lakukan Antisipasi Proteksi Siber

Unilever telah mengakuisisi Ben & Jerry's pada 2000 lalu.

"Perdana Menteri Bennett menekankan bahwa dari sudut pandang negara Israel, ini adalah tindakan yang memiliki konsekuensi berat, termasuk hukum, dan akan mengambil tindakan tegas terhadap boikot yang ditujukan terhadap warganya," cuit kantor Bennet.

Baca juga: Kerap Bersitegang, Presiden Turki Erdogan Bahas Kerja Sama Via Telepon dengan Israel

Bennett juga menegaskan kepada Jope bahwa keputusan untuk menghentikan penjualan produk Ben & Jerry's di daerah-daerah yang dianggap 'perusahaan es krim' itu diduduki oleh Israel adalah 'langkah yang jelas anti-Israel'.

Pernyataan keras yang disampaikan Bennett ini terjadi beberapa jam setelah terungkap bahwa pengumuman yang disampaikan pada Senin lalu itu ternyata dikeluarkan oleh Unilever, bukan dari dewan independen yang mempertahankan otoritas atas misi sosial perusahaan es krim.

Penjualan Ben & Jerry's di wilayah Palestina yang kini diduduki Israel telah dimulai sejak akhir 1980-an.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas