Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Selain Indonesia, Ini Beberapa Negara Lainnya yang Diterjang Covid-19 Varian Delta

Apalagi vaksinasi di banyak negara Asia masih berjalan lamban, sehingga menimbulkan kekhawatiran virus itu terus menular.

Selain Indonesia, Ini Beberapa Negara Lainnya yang Diterjang Covid-19 Varian Delta
AFP
Militer dan polisi berjaga-jaga di jalan dan pos pemeriksaan untuk menegakkan lockdown ketat di Bangladesh, Kamis (1/7) 

Sebanyak 62,6% dari total 3.300 kasus berasal dari varian Delta, menurut data resmi.

Pemerintah Thailand kini mengumumkan lockdown di Ibu Kota Bangkok dan kawasan-kawasan lain yang juga berisiko tinggi.

Apalagi baru sekitar 5% rakyat Thailand yang sudah divaksinasi penuh pada akhir Juni.

Beberapa pekan lalu Thailand membuka lagi wilayahnya untuk turis asing, namun kembali menerapkan beberapa pembatasan.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha beberapa waktu lalu kepada media mengaku bahwa pembukaan wilayah Thailand untuk turis asing mengundang "risiko yang harus kami terima sehingga rakyat Thailand bisa mendapat nafkah."

Bagaimana dengan negara-negara Asia lainnya?

Pakistan mengalami peningkatan kasus setelah sempat menurun signifikan pada Mei dan Juni, dengan 92% dari rangkaian tes di Kota Karachi menunjukkan varian Delta.

Lalu baru 2% populasi di Pakistan yang sudah divaksinasi penuh.

Kasus di Mongolia menurun sejak awal Juli, setelah gelombang penularan yang parah saat mengalami satu dari tingkat penularan dan kematian tertinggi per kapita di Asia.

Kini lebih dari 50% populasi di negara itu sudah divaksinasi penuh - sebagian besar dengan vaksin Sinopharm buatan China.

Tingkat vaksinasi yang tinggi itu muncul setelah pemerintah menargetkan "bebas covid di musim panas" (pertengahan tahun).

Beberapa laporan menunjukkan keterkaitan lonjakan kasus di negara-negara yang sangat bergantung pada vaksin-vaksin buatan China.

Namun seorang pejabat di Mongolia Juni lalu mengatakan bahwa kenaikan kasus terjadi setelah negaranya mencabut lockdown, bukan karena vaksin asal China tidak efektif.

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas