Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Cerita di Balik Kaburnya Atlet Uganda di Jepang, Modusnya Sama dengan Overstay Asing Lain

Di Kota Nagoya, Ssekitoleko bergabung dengan seorang pria Uganda kenalannya dan dengan mobil mereka pindah ke Prefektur Gifu.

Cerita di Balik Kaburnya Atlet Uganda di Jepang, Modusnya Sama dengan Overstay Asing Lain
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Julius Ssekitoleko (20), atlet Uganda yang kabur dari asrama atlet karena berniat hendak kerja di Jepang. 

Menurut Markas Besar Polisi Prefektur Osaka, ketika mencari keberadaannya, Julius Ssekitoleko ditemukan di Kota Yokkaichi, Prefektur Mie, Selasa (20/7/2021) setelah pukul 15.00.

Atlet tersebut ditemukan di Prefektur Mie setelah mengunjungi Gifu kemudian menuju ke Nagoya dengan Shinkansen dari stasiun terdekat hotel melalui Stasiun Shin-Osaka.

Karena dia memiliki kartu identitas dengan foto wajah dan namanya di atasnya untuk memverifikasi identitasnya, polisi sedang menyesuaikan apakah dia akan kembali ke tim di masa mendatang.

Menurut Pemda Kota Izumisano, diputuskan bahwa para atlet tidak dapat berpartisipasi dalam Olimpiade yang hadir selama kamp pelatihan, dan mereka berencana untuk segera kembali ke negaranya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Julius Ssekitoleko (20), seorang atlet asal Uganda yang sedang menjalani pemusatan latihan di Izumisano, Osaka untuk mengikuti olimpiade, kabur.

Dia meninggalkan catatan bertuliskan, "Saya ingin bekerja di Jepang."

Dua dari 9 anggota tim Olimpiade Uganda terinfeksi virus corona. Sementara 7 lainnya berpose bersama di Osaka.
Dua dari 9 anggota tim Olimpiade Uganda terinfeksi virus corona. Sementara 7 lainnya berpose bersama di Osaka. (Foto MBS)

Atlet angkat besi itu tidak datang untuk mengikuti tes PCR pada tanggal 16 Juli.

Dan setelah dicek pejabat Kota Izumisano, membenarkan bahwa yang bersangkutan tidak ada di ruangannya.

Pemda Izumisano diberitahu bahwa Jumat (16/7/2021) sekitar pukul 06.30 pagi, seorang saksi melihat seorang warga asing yang kesulitan membeli tiket di Stasiun JR Kumatori.

"Saya telah dapat konfirmasi dia telah membeli tiket untuk Shinkansen ke arah Nagoya," kata Wali Kota Izumisano, Hiroyasu Chiyomatsu.

Menurut seorang pejabat investigasi, seorang atlet Uganda membeli kursi non-reserved di Shinkansen menuju Nagoya dan menaikinya, dan kini masih dalam penyelidikan serta pencarian lebih lanjut.

Ada sebuah koper dan sebuah memo di kamar Ssekitoleko, dan memo itu bertuliskan, "Saya kesulitan tinggal di Uganda dan Saya ingin bekerja di Jepang."

Panitia Penyelenggara Pertandingan berkomentar, "Saya harap Anda akan datang kembali ke tim Uganda dan menyerahkan diri sesegera mungkin."

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas