Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Taliban Tak Mau Monopoli Kekuasaan di Afghanistan, Tapi Ingin Presiden Ashraf Ghani Disingkirkan

Taliban menyatakan tak ingin monopoli kekuasaan, namun ingin pemerintahan Afghanistan yang diterima semua pihak dan Presiden Ashraf Ghani disingkirkan

Taliban Tak Mau Monopoli Kekuasaan di Afghanistan, Tapi Ingin Presiden Ashraf Ghani Disingkirkan
Dimitar DILKOFF / AFP
Pemimpin gerakan dan perunding Taliban Abdul Latif Mansoor (kanan), Shahabuddin Delawar (tengah) dan Suhail Shaheen (kiri) berjalan untuk menghadiri konferensi pers di Moskow pada 9 Juli 2021. 

Tapi dia memperingatkan mereka bisa, mengingat senjata dan peralatan yang mereka peroleh di distrik yang baru direbut.

Dia berpendapat bahwa sebagian besar keberhasilan medan perang Taliban datang melalui negosiasi, bukan pertempuran.

Baca juga: Joe Biden Hentikan Perang AS-Taliban di Afghanistan: Ini Waktunya Akhiri Forever War

“Distrik-distrik yang telah jatuh ke tangan kami dan pasukan militer yang telah bergabung dengan kami … adalah melalui mediasi rakyat, melalui pembicaraan,” katanya.

“Mereka (tidak jatuh) melalui pertempuran … akan sangat sulit bagi kami untuk merebut 194 distrik hanya dalam delapan minggu,” katanya.

Taliban menguasai sekitar setengah dari 419 pusat distrik Afghanistan. Meskipun belum menguasai salah satu dari 34 ibu kota provinsi, kata Milley, Taliban menekan sekitar setengahnya.

Juru bicara Pentagon John Kirby Kamis (22/7) mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, AS telah melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan pemerintah Afghanistan yang terkepung di kota selatan Kandahar, di mana para pejuang Taliban berkumpul.

Perang Saudara

Bagi banyak orang Afghanistan yang lelah dengan perang selama lebih dari 40 tahun, hal itu menimbulkan kekhawatiran akan terulangnya perang saudara yang brutal di awal 1990-an di mana para panglima perang yang sama berjuang untuk mendapatkan kekuasaan.

Baca juga: Pemerintah Afghanistan dan Taliban Bertemu di Doha, Bahas Pembicaraan Damai yang Sempat Mandek

"Anda tahu, tidak ada yang menginginkan perang saudara, termasuk saya," kata Shaheen.

Shaheen juga mengulangi janji Taliban yang bertujuan meyakinkan warga Afghanistan yang takut dengan kelompok itu.

Washington telah berjanji untuk merelokasi ribuan penerjemah militer AS.

Shaheen mengatakan mereka tidak perlu takut dari Taliban dan membantah mengancam mereka.

Tapi, tambahnya, jika ada yang ingin mencari suaka di Barat karena ekonomi Afghanistan sangat buruk, terserah mereka.

Baca juga: Kelompok Taliban dan Pemerintah Afghanistan Capai Kesepakatan Penting  

Dia juga membantah bahwa Taliban telah mengancam wartawan dan masyarakat sipil Afghanistan yang baru lahir, yang telah dilanda puluhan pembunuhan selama setahun terakhir.

Kelompok ISIL (ISIS) telah mengambil tanggung jawab untuk beberapa, tetapi pemerintah Afghanistan telah menyalahkan Taliban untuk sebagian besar pembunuhan.

Sebaliknya Taliban menuduh pemerintah Afghanistan melakukan pembunuhan untuk mencemarkan nama baik mereka.

Shaheen mengatakan wartawan, termasuk mereka yang bekerja untuk media Barat, tidak perlu takut pada pemerintah yang mencakup Taliban.

“Kami belum mengeluarkan surat kepada wartawan (mengancam mereka), terutama kepada mereka yang bekerja untuk media asing. Mereka dapat melanjutkan pekerjaan mereka bahkan di masa depan,” katanya. (Tribunnews.com/Aljazeera/Hasanah Samhudi)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas