Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Warga Malaysia di Singapura Ajukan Petisi agar Bisa Pulang Tanpa Menjalani Karantina Berbayar

Warga negara Malaysia yang bekerja di Singapura mengajukan petisi agar mereka yang sudah divaksin bisa pulang ke kampung halaman tanpa karantina.

Warga Malaysia di Singapura Ajukan Petisi agar Bisa Pulang Tanpa Menjalani Karantina Berbayar
Calvin Teo
Jalur hubung antara Malaysia dan Singapura, Johor–Singapore Causeway. Warga negara Malaysia yang bekerja di Singapura mengajukan petisi agar mereka yang sudah divaksin bisa pulang ke kampung halaman tanpa karantina mahal yang menghabiskan biaya. 

Di antara mereka yang sangat terdampak oleh penutupan salah satu penyeberangan perbatasan darat tersibuk di dunia itu adalah bisnis di negara bagian Johor selatan.

Banyak pemilik bisnis di sana sangat ingin melihat dimulainya kembali lalu lintas Causeway.

Presiden Asosiasi Bisnis India Johor, P. Sivakumar, mengatakan pemerintah Malaysia dan Singapura harus bekerja pada kesepakatan untuk mengakui jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di negara masing-masing untuk memastikan bahwa pekerja dapat melakukan perjalanan tanpa kerumitan ketika perbatasan darat dibuka kembali.

Dia mengatakan Malaysia memvaksinasi penduduk dengan vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Sinovac sementara Singapura menggunakan vaksin Pfizer, Moderna, dan Sinovac.

Warga menerima vaksin virus corona Covid-19 Sinovac di truk vaksin bergerak di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021.
Warga menerima vaksin virus corona Covid-19 Sinovac di truk vaksin bergerak di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. (Mohd RASFAN / AFP)

"Apa yang terjadi dengan mereka yang menerima dua dosis AstraZeneca atau Moderna? Ini adalah masalah yang perlu ditangani agar orang tidak berhenti di perbatasan," katanya.

Sampai saat ini, Malaysia telah sepenuhnya memvaksinasi sekitar 13 persen dari populasinya sementara sekitar 50 persen dari populasi Singapura telah menerima dua suntikan.

Sivakumar meminta Menteri Besar Johor, Hasni Mohammad, untuk memimpin dalam mendorong pembukaan kembali perbatasan dengan Singapura, terutama bagi mereka yang telah sepenuhnya divaksinasi.

Kepala gugus tugas pandemi Covid-19 MCA Johor, Michael Tay, mengatakan dalam wawancara terpisah:

"Kedua negara memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi dan ini adalah saat yang tepat untuk merencanakan strategi untuk melonggarkan pembatasan perbatasan bagi mereka yang telah menerima kedua dosis mereka."

Danny Tay mengatakan Amerika Serikat dan Inggris dapat digunakan sebagai model karena kedua negara mulai mengurangi pembatasan menyusul tingkat vaksinasi yang tinggi di antara populasi mereka.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas