Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

Remaja Palestina Tewas Usai Ditembak Tentara Israel saat Protes atas Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Remaja Palestina tewas setelah ditembak oleh tentara Israel pada protes atas permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki, Sabtu (24/7/2021).

Remaja Palestina Tewas Usai Ditembak Tentara Israel saat Protes atas Permukiman Ilegal di Tepi Barat
ABBAS MOMANI / AFP
Kerabat menghibur Ruba al-Tamimi saat dia berduka atas putranya Muhammad selama prosesi pemakamannya di Deir Nizam, barat kota Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, pada 24 Juli 2021, setelah kematiannya karena luka tembak yang diderita sehari sebelumnya selama bentrokan dengan tentara Israel. Al-Tamimi tewas setelah ditembak dalam bentrokan dengan tentara Israel pada protes atas permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, kata pihak berwenang Palestina. Remaja berusia tujuh belas tahun yang menderita luka tembak, kemudian meninggal di rumah sakit, kata kementerian kesehatan Palestina, sehari setelah kekerasan di desa Beita, Palestina. 

Setelah berminggu-minggu protes dan ketegangan, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett membuat kesepakatan dengan para pemukim yang membuat mereka meninggalkan pos terdepan Eviatar.

Para pemukim meninggalkan rumah-rumah sederhana yang mereka bangun sampai Kementerian Pertahanan Israel menentukan apakah tanah itu dapat dianggap sebagai wilayah negara.

Baca juga: India Dituduh Pakai Spyware Pegasus Israel ke Pengkritik Pemerintah

Unjuk Rasa di Tepi Barat
Pengunjuk rasa Palestina dan pemukim Israel bentrok di dekat pasukan keamanan dan tentara Israel selama konfrontasi di kamp tentara Israel yang sebelumnya dievakuasi di dekat pos pemeriksaan Tayasir, timur Tubas di utara Tepi Barat yang diduduki pada 24 Juli 2021.

Sementara itu, militer Israel mempertahankan kehadirannya di Eviatar sampai keputusan dibuat.

Perjanjian itu ditolak oleh Wali Kota Beita, yang mengatakan pada Kamis (22/7/2021) bahwa protes akan berlanjut selama orang Israel “tetap berada di tanah kami”.

Semua pemukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional.

Berita lain terkait Israel Serang Jalur Gaza

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas