Tribun

Di AMM, Menlu RI Sampaikan Usulan Rusia Soal Rencana KTT ASEAN-Rusia di Bulan Oktober

Menlu RI menyampaikan Indonesia merupakan koordinator kerja-sama ASEAN-Rusia.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Di AMM, Menlu RI Sampaikan Usulan Rusia Soal Rencana KTT ASEAN-Rusia di Bulan Oktober
Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri luar negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan usulan Rusia untuk mengadakan KTT ASEAN-Rusia pada Oktober tahun ini, saat menghadiri pertemuan tingkat Menteri ASEAN atau ASEAN Ministerial Meeting (AMM), Senin (2/8/2021).

Menlu RI menyampaikan Indonesia merupakan koordinator kerja-sama ASEAN-Rusia.

KTT ini menurut rencana diadakan dalam rangka memperingati 25 tahun dialogue partnership dan memperingati 30 tahun dialogue relations antara ASEAN dan Rusia.

“Untuk pembahasan agenda mengenai Regional Architecture and External Relations, sebagai koordinator kerja-sama ASEAN-Rusia Indonesia melaporkan kepada pertemuan AMM mengenai usulan Rusia untuk mengadakan KTT ASEAN-Rusia pada Oktober tahun ini,” kata Menlu pada konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Menlu Retno: Kasus Covid-19 Asia Tenggara Naik Signifikan, Vaksinasi Baru 21,7 Persen

Untuk pembahasan agenda Exchange of Views on Regional and International Issue, Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Implementasi melalui kerja sama konkret 4 prioritas yang dimuat dalam Outlook menjadi prioritas yang harus dijalankan ASEAN saat ini.

Secara khusus, Indonesia mengusulkan agar masing-masing negara anggota ASEAN dan mitra dialog dapat menjadi leading sector atau koordinator isu prioritas tertentu di dalam Outlook tersebut.

“Indonesia dalam hal ini telah mengedarkan draft concept paper terkait kerangka implementasi AOIP untuk dapat dibahas oleh ASEAN,” ujarnya.

Selain implementasi AOIP, Indonesia juga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi terakhir di Laut Cina Selatan.

Latihan militer dan aktivitas ilegal di kawasan tersebut termasuk IUU Fishing berpotensi mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

“Negara ASEAN agar terus mendorong semua mitra dialog untuk dapat menahan diri dari tindakan yang dapat memicu tensi dan tetap menghormati UNCLOS 1982,” ujarnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas