Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pertempuran Jalanan Berkecamuk di Laskhar Gah, AS dan Inggris Tuduh Taliban Bantai Warga Sipil

Pertempuran jalanan terjadi di Lashkar Gah, Afghanistan, sehari setelah Amerika Serikat dan Inggris menuduh Taliban melakukan kejahatan perang

Pertempuran Jalanan Berkecamuk di Laskhar Gah, AS dan Inggris Tuduh Taliban Bantai Warga Sipil
AFP
Seorang polisi memegang granat berpeluncur roket (RPG) di sepanjang jalan di Herat pada Senin (2/8/2021) 

Seorang komandan militer Afghanistan di kota itu memperingatkan bahwa kemenangan Taliban akan memiliki efek yang menghancurkan pada keamanan global.

Baca juga: Afghanistan Berlakukan Jam Malam di 31 Provinsi untuk Membatasi Pergerakan Taliban

Baca juga: Menlu Rusia Sergei Lavrov Peringatkan Efek Menguatnya Kembali Taliban Afghanistan

"Ini bukan perang Afghanistan, ini perang antara kebebasan dan totalitarianisme," kata Mayor Jenderal Sami Sadaat kepada BBC.

Penduduk Hawa Malalai mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ada krisis yang berkembang di kota itu: “Ada pertempuran, pemadaman listrik, orang sakit di rumah sakit, jaringan telekomunikasi mati. Tidak ada obat-obatan dan apotek tutup.”

Badan amal medis Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) mengatakan korban meningkat di Lashkar Gah.

“Telah terjadi tembakan tanpa henti, serangan udara dan mortir di daerah padat penduduk. Rumah-rumah dibom, dan banyak orang menderita luka parah,” kata Sarah Leahy, koordinator kelompok bantuan untuk Helmand, dalam sebuah pernyataan.

Kementerian informasi Afghanistan Senin (2/8/2021) mengumumkan bahwa 11 radio dan empat jaringan televisi di Provinsi Helmand telah berhenti mengudara karena apa yang digambarkan sebagai serangan dan ancaman Taliban.

Baca juga: Warga Afganistan Berbondong Bikin Paspor untuk Menyelamatkan Diri dari Taliban

Baca juga: Di Rusia, Taliban Menyatakan Siap Berdamai Dengan Pemerintah Afganistan

Upaya Taliban untuk merebut Kandahar, kota terbesar kedua di Afghanistan, terus berlanjut setelah serangan roket menghantam bandara pada hari Minggu.

Merebut kendali Kandahar akan menjadi kemenangan simbolis yang sangat besar bagi Taliban,  dan memberi mereka cengkeraman di selatan negara itu.

Di kota ketiga yang terkepung, Herat, di barat, pasukan komando pemerintah memerangi Taliban  setelah berhari-hari pertempuran sengit.

Pasukan pemerintah telah merebut kembali beberapa daerah setelah kompleks PBB diserang pada hari Jumat.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas