Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

84 Orang Meninggal di Rumah Dalam 6 Bulan Akibat Corona

84 orang tercatat oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan  Jepang sedikitnya 84 orang meninggal di rumah selama enam bulan (Januar

84 Orang Meninggal di Rumah Dalam 6 Bulan Akibat Corona
Foto Richard Susilo
Ilustrasi meninggal di rumah Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Sebanyak 84 orang tercatat oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan  Jepang sedikitnya 84 orang meninggal di rumah selama enam bulan (Januari-Juni 2021) di Jepang akibat Corona.

"Para ahli menunjukkan bahwa penting untuk memiliki sistem untuk menangani memburuknya kondisi selama perawatan medis di rumah. Bentukan satu sistim monitoring jarak jauh antara dokter dan pasien di rumah snagatlah penting," papar sumber Tribunnews.com Rabu (4/8/2021).

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan menggunakan sistem yang mengumpulkan informasi tentang orang yang terinfeksi virus corona baru dari pemerintah daerah dan lembaga medis nasional, dan menggabungkan kasus di mana tempat kematian terdaftar sebagai "rumah".

Menurut data yang ada di antara orang-orang yang dilaporkan terinfeksi selama enam bulan dari Januari hingga akhir Juni, 84 orang meninggal di rumah secara nasional.

Berdasarkan usia
Satu orang berusia dua puluhan
3 orang berusia 30-an
Satu orang berusia 40-an
7 orang berusia 50-an
11 orang berusia 60-an
24 orang berusia 70-an
36 orang berusia 80-an
Ada satu orang yang usianya tidak diketahui.

Jumlah hari dari laporan infeksi hingga kematian tercatat saat pelaporan, 5 orang sudah meninggal
Empat orang dilaporkan terinfeksi.

Sebanyak 36 orang dari hari berikutnya hingga 9 hari kemudian.

Sebanyak 15 orang setelah 10 hari.

Tidak diketahui adalah 24 orang.

Selain itu, Prefektur Osaka berada dalam kondisi kritis sistem medis, dan dalam "gelombang keempat" infeksi dari Maret hingga Juni, yang meninggal tanpa menerima perawatan medis di rumah atau fasilitas akomodasinya. sebanyak 19 pasien.

Berdasarkan usia
Dua orang berusia tiga puluhan
3 orang berusia 50-an
6 orang berusia 60-an
3 orang berusia 70-an
Dengan 5 orang berusia 80-an.

Profesor Koji Wada dari Universitas Kesehatan dan Kesejahteraan Internasional mengatakan, "Dalam situasi di mana sistem medis kritis saat ini karena penyebaran infeksi dan banyak orang terpaksa melakukan perawatan medis di rumah, penting untuk menyiapkan sistem yang dapat merespons ketika kondisinya memburuk," tekannya.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas