Tribun

Krisis Myanmar

Militer Myanmar Tangkap 2 Jurnalis yang Dianggap Sebarkan Informasi Palsu dan Hasut Warga untuk Demo

Pemerintah militer atau junta menangkap dua jurnalis yang dianggap telah menyebarkan informasi palsu dan menghasut warga untuk ikut gerakan demo.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Arif Fajar Nasucha
Militer Myanmar Tangkap 2 Jurnalis yang Dianggap Sebarkan Informasi Palsu dan Hasut Warga untuk Demo
STR / AFP
Unjuk rasa di Yangon, Myanmar pada 22 Juni 2021. -- Pemerintah militer atau junta menangkap dua jurnalis yang dianggap telah menyebarkan informasi palsu dan menghasut warga untuk ikut gerakan demo. 

Reporters Without Borders (RSF) mengatakan Sithu Aung Myint dan Htet Htet Khine ditahan "tanpa komunikasi", untuk itu penahanan mereka tidak sah.

"Kami mengutuk keras kondisi penahanan mereka yang sewenang-wenang, yang mencerminkan kebrutalan yang dilakukan junta militer terhadap wartawan," kata Daniel Bastard, kepala RSF Asia-Pasifik.

Situasi di Myanmar masih penuh dengan ketidakstabilan dan penentangan terhadap junta, di mana lebih dari 1.000 orang telah tewas, menurut sebuah kelompok aktivis yang telah melacak pembunuhan oleh pasukan keamanan (AAPP).

Sebelumnya, junta telah mencabut izin dari banyak outlet berita.

Junta mengatakan bahwa mereka menghormati peran media tetapi tidak akan mentolerir pelaporan berita yang diyakini salah atau mungkin menimbulkan keresahan publik.

Baca juga: AS Berikan Bantuan 50 Juta Dolar AS Ke Myanmar, Saat Krisis Kemanusiaan Memburuk

Sebuah laporan oleh Komite Perlindungan Jurnalis bulan lalu mengatakan bahwa penguasa Myanmar telah secara efektif mengkriminalisasi jurnalisme independen.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan junta telah menangkap 98 wartawan sejak kudeta 1 Februari 2021.

Dari mereka yang ditangkap, 46 di antaranya tetap ditahan hingga akhir Juli 2021.

Baca berita lain seputar Krisis Myanmar

(Tribunnnews.com/Rica Agustina)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas