Tribun

Virus Corona

Korea Utara Menolak Tawaran Vaksin Sinovac Buatan China, Khawatir Kurang Efektif

Korea Utara menolak tawaran hampir tiga juta vaksin Sinovac dan meminta diberikan ke negara berpenghasilan rendah lain, karena khawatir kurang efektif

Editor: hasanah samhudi
Korea Utara Menolak Tawaran Vaksin Sinovac Buatan China, Khawatir Kurang Efektif
STR / AFP / KCNA VIA KNS
Gambar tidak bertanggal yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada 31 Agustus 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) bertemu orang-orang muda yang secara sukarela bekerja di sektor konstruksi sosialis yang sulit dan menantang. 

"Sebagai bagian dari upaya anti-virus, para ilmuwan dan teknisi di Akademi Ilmu Pengetahuan Negara telah mengembangkan sistem PCR yang memenuhi standard global untuk kali pertama," kata Rodong Sinmun.

Peralatan tersebut diperkenalkan sebagai salah satu pencapaian inovasi baru-baru ini yang dikembangkan di bawah desakan Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong Un, untuk melokalisasi mesin, peralatan dan bahan di tengah pemberlakuan sanksi internasional dan penutupan perbatasan yang secara tajam mengurangi arus perdagangan.

Baca juga: Cegah Covid-19, Pemimpin Korut Perintahkan Tembak Mati Orang yang Berada di Perbatasan China

Baca juga: Belum Ada Laporan Kasus Positif, 12 Negara Ini Masih Aman dari Covid-19, Korut Termasuk

Perlu diketahui, Korut memang telah menjalankan tes PCR sebagai metode diagnostik standar Covid-19 yang diakui secara internasional.

Namun negara tersebut juga tetap menerima bantuan dari luar, termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kantor berita resmi KCNA mengatakan pada hari Senin bahwa Korut saat ini tengah meningkatkan pertempurannya melawan virus tersebut untuk 'menangkal masuknya' varian Delta serta Lambda yang diketahui sangat menular dan telah menyebar di seluruh dunia. (Tribunnews.com/TST/BBC/Hasanah Samhudi)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas