Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Taliban Bidik China dan Rusia sebagai Partner Investasi untuk Bangun Afghanistan Baru

Taliban bidik China dan Rusia sebagai partner investasi untuk bangun Afghanistan baru. Ekonomi kian memburuk, Taliban rencana gandeng China dan Rusia.

Taliban Bidik China dan Rusia sebagai Partner Investasi untuk Bangun Afghanistan Baru
AFP
Seorang pedagang bendera Taliban menunggu pelanggan di sepanjang pinggir jalan di Kabul pada Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Sektor ekonomi Afghanistan kian buruk sejak meletusnya konflik dengan Taliban awal Agustus 2021 lalu.

Mereka melancarkan serangan ke sejumlah kota besar di Afghanistan termasuk Kabul.

Kelompok militan Taliban berhasil menguasai Afghanistan pada Sabtu (8/8/2021).

Dikutip dari firstpost.com, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan dukungannya terhadap sektor ekonomi di Afghanistan yang menurun drastis.

Dia mengatakan Taliban sedang membidik beberapa negara maju untuk membantu perekonomian mereka.

Satu di antara negara maju tersebut adalah China dan Rusia.

Mujahid mendeskripsikan China sebagai negara penting yang berpotensi menjadi mitra kerja yang menguntungkan.

Pihaknya mengaku khawatir adanya ancaman kolaps secara ekonomi setelah dihantam perang sepanjang Agustus.

Ia mendukung strategi One Belt, One Road (Satu Sabuk, Satu Jalan) yang diadopsi pemerintah China sebagai inisiasi pembangunan global yang melibatkan puluhan negara di dunia.

"China adalah partner kami yang paling penting," kata Mujahid dalam wawancara pada Kamis (1/9/2021).

Halaman
123
Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas