Tribun

Konflik di Afghanistan

CIA Dilaporkan Memperingatkan Militer AS Tentang Adanya Anak-anak Sebelum Serangan Drone di Kabul

CIA dilaporkan telah mengirimkan peringatan kepada militer AS akan kemungkinan ada anak-anak pada sasaran serangan drone di Kabul Agustus lalu

Editor: hasanah samhudi
CIA Dilaporkan Memperingatkan Militer AS Tentang Adanya Anak-anak Sebelum Serangan Drone di Kabul
AFP
Seorang kerabat Zemarai Ahmadi, memeriksa puing-puing kendaraan yang rusak dalam serangan drone (pesawat tak berawak) AS di lingkungan Kwaja Burga di Kabul pada 18 September 2021. Zemarai Ahmadi salah diidentifikasi sebagai militan Negara Islam (ISIS-K) oleh intelijen AS. 

ISIS-K adalah kelompok yang diyakini bertanggung jawab atas serangan bandara Kabul seminggu sebelum serangan udara AS.

Di bandara, serangan ISIS-K menewaskan 13 tentara AS dan diperkirakan 169 warga Afghanistan tewas di tengah upaya evakuasi yang tegang menyusul pengambilalihan negara oleh Taliban.

Namun awal pekan ini, militer AS mengungkapkan bahwa penyelidikan internal menemukan bahwa serangan udara AS sebagai pembalasan atas pemboman bandara Kabul sebenarnya telah menewaskan warga sipil.

"Serangan ini dilakukan dengan keyakinan yang sungguh-sungguh bahwa itu akan mencegah ancaman segera terhadap pasukan kami dan para pengungsi di bandara, tetapi itu adalah kesalahan dan saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus," Jenderal Kenneth McKenzie, kepala Komando Pusat AS, kepada wartawan di Pentagon.

McKenzie mengatakan, tidak mungkin kendaraan dan mereka yang tewas terkait dengan ISIS-K atau ancaman langsung terhadap pasukan AS.”

Baca juga: Ledakan Bom di Bandara Kabul Diyakini Dilakukan oleh ISIS-K, Biden: Kami akan Buat Kalian Membayar

Baca juga: Ledakan di Luar Bandara Kabul Tewaskan 60 Warga Afghanistan dan 13 Tentara AS

"Saya sekarang yakin bahwa sebanyak 10 warga sipil, termasuk hingga 7 anak-anak, tewas secara tragis dalam serangan itu," katanya, seperti dilansir dari BusinessInsider.

Begitupun dengan Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, yang sebelumnya menyebut serangan pesawat tak berawak itu sebagai serangan yang benar.

Menyusul hasil penyelidikan, Milley mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu adalah tragedi perang yang mengerikan.

"Kami berkomitmen untuk sepenuhnya transparan tentang insiden ini," ujar Milley. (Tribunnews.com/NYP/BI/Hasanah Samhudi)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas