Tribun
BBC

Evergrande: Siapa Xu Jiayin alias Hui Ka Yan, pengembang properti China di ambang kolaps yang punya utang US$300 miliar

Lahir di Provinsi Henan, Xu Jiayin pernah menjadi pekerja kasar sebelum mendirikan Evergrande, perusahaan properti raksasa yang kini memiliki

Empat tahun kemudian Xu Jiaying menjual sahamnya di klub ke perusahaan e-commerce Alibaba seharga US$192 juta.

Baca juga:

Xu Jiayin
Getty Images
Xu Jiayin pernah menjadi pekerja kasar sebelum mendirikan Evergrande dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Di bawah kepemimpinannya, ia mengubah klub kemudian bernama Guangzhou Evergrande menjadi klub yang sangat disegani di China. Ia menggelontorkan banyak uang untuk mendatangkan pelatih dan pemain internasional.

Pada 2012 ia menarik perhatian nasional saat hadir di pertemuan Partai Komunis dengan mengenakan ikat pinggang mewah merek Hermes. Ikat pinggangnya ini disebut sebagai yang termahal dalam perhelatan politik ini.

Beberapa kalangan menduga kesuksesan Evergrande antara lain disebabkan oleh hubungan dekat Xu Jiayin dengan para pejabat penting. Namun Xu Jiayin menyebut kesuksesan dirinya karena pendidikan dan jasa Partai Komunis.

"Tanpa [pendidikan di] perguruan tinggi, saya pasti masih berada di desa. Tanpa bantuan uang pemerintah, saya tak mungkin bisa masuk ke universitas. Tanpa reformasi [yang dijalankan pemerintah], Evergrande tak akan sebesar sekarang," katanya dalam satu kesempatan, seperti dikutip kantor berita AFP.

Ia menambahkan kesuksesan Evergrande karena jasa Partai Komunis, negara, dan masyarakat.

Zhiwu Chen, direktur Asia Global Institute dan pengajar di University of Hong Kong, kepada BBC Mundo menjelaskan, "koneksi politik memungkinkan Xu Jiayin dan Evergrande mendapatkan utang dalam jumlah besar meski sebenarnya mendapatkan pinjaman besar sering kali menghadapi kendala regulasi".

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas