Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Covid-19 Bikin Angka Pernikahan di Singapura Menurun

Ada lebih sedikit pernikahan warga Singapura yang tercatat pada 2020, karena pandemi virus corona (Covid-19) mengganggu rencana beberapa pasangan untu

Covid-19 Bikin Angka Pernikahan di Singapura Menurun
istimewa
Bendera Singapura 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Ada lebih sedikit pernikahan warga Singapura yang tercatat pada 2020, karena pandemi virus corona (Covid-19) mengganggu rencana beberapa pasangan untuk melakukan pernikahan.

Hal ini berdasar pada laporan populasi tahunan negara itu yang dirilis pada hari Selasa.

Laporan yang dilakukan oleh Divisi Kependudukan dan Bakat Nasional Singapura mencatat bahwa ada 19.430 pernikahan yang dilakukan pada 2020.

Angka ini sekitar 12,3 persen lebih sedikit dari 22.165 yang tercatat pada tahun sebelumnya.

"Pembatasan pertemuan besar pada tahun lalu menyebabkan banyak pasangan akhirnya menunda pernikahan mereka," kata lembaga tersebut.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (28/9/2021), median usia nikah pertama adalah 30,1 tahun untuk calon mempelai laki-laki dan 28,4 tahun untuk calon mempelai perempuan, sama seperti tahun 2019.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Vaksinasi Lansia di RI Dipercepat

Laporan itu menambahkan bahwa sekitar 30 persen pernikahan pada 2020 melibatkan pasangan transnasional, angkanya turun jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 37 persen.

Penurunan ini mungkin sebagian disebabkan adanya kebijakan pembatasan perjalanan terkait Covid-19.

Laporan tersebut juga membandingkan pernikahan pada setiap kuartal tahun 2019 dan 2020 untuk menilai dampak pandemi.

Sementara penurunan terbesar dalam setahun terjadi pada kuartal kedua, saat perayaan secara langsung harus ditunda selama periode pembatasan ini.

Ada 2.200 pernikahan yang tercatat selama kuartal kedua pada tahun lalu, angkanya turun dari 4.800 pada kuartal yang sama tahun 2019.

Menariknya, saat kebijakan pembatasan Covid-19 dilonggarkan menjelang akhir tahun lalu dan lebih banyak orang diizinkan hadir dalam perayaan hingga resepsi, maka ada lebih banyak pasangan yang akhirnya menikah.

Sehingga 7.700 pernikahan pun terjadi pada kuartal keempat tahun lalu, dibandingkan dengan 6.900 pernikahan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas