Tribun

Virus Corona

Masuk Jepang Karantina Hanya 10 Hari, Termasuk Bagi WNI Bila Telah di Vaksinasi

Vaksin yang dibuat oleh Pfizer di AS, Moderna di AS, dan AstraZeneca di Inggris ditargetkan untuk mitigasi tindakan perbatasan.

Editor: Johnson Simanjuntak
Masuk Jepang Karantina Hanya 10 Hari, Termasuk Bagi WNI Bila Telah di Vaksinasi
Japan Times
Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengumumkan pada konferensi pers kemarin (27/9/2021)  bahwa waktu tunggu (karantina) yang tadinya 14 hari di rumah, yang diwajibkan bagi mereka yang kembali dan imigran sebagai tindakan terhadap perbatasan virus corona baru, akan dipersingkat menjadi 10 hari jika memang telah divaksinasi.

"Hal itu juga dibebaskan dari menunggu di fasilitas yang ditunjuk selama 3 hari, yang diperlukan untuk imigran dari negara-negara di mana strain mutan endemik. Hal ini berlaku untuk imigran setelah tengah malam pada 1 Oktober 2021," tambah Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato.

Vaksin yang dibuat oleh Pfizer di AS, Moderna di AS, dan AstraZeneca di Inggris ditargetkan untuk mitigasi tindakan perbatasan.

"Hal ini akan diimplementasikan sebagai inisiatif pertama dalam tinjauan langkah demi langkah."

Pemerintah telah mengindikasikan secara bertahap akan meninjau langkah-langkah perbatasan seiring vaksinasi berlangsung untuk mendukung dimulainya kembali kegiatan sosial ekonomi yang stagnan akibat stagnasi corona.

Baca juga: Jerman Berhenti Biayai Karantina Bagi Warga yang Tidak Mau Divaksinasi Covid-19

Kato juga menyampaikan niatnya untuk mengkaji ulang standar nasional/regional untuk penguatan langkah-langkah perbatasan.

Penekanan akan ditempatkan pada pencegahan masuknya strain beta, yang diharapkan mempengaruhi kemanjuran vaksin, dan strain "Mu" yang baru dikonfirmasi. Dia menambahkan, "Jika jumlah infeksi di luar negeri meningkat dengan cepat, kami akan merespons secara fleksibel."

Pemberlakuan aturan baru ini terhadap 50 negara dan wilayah, termasuk juga bagi warga Indonesia yang memasuki Jepang.

Meskipun demikian saat ini yang baru boleh memasuki Jepang hanyalah yang terkait dengan pemerintahan (GtoG). Misalnya  dalam kaitan kesepakatan kerjasama ekonomi Indonesia-Jepang (JIEPA) yaitu pengiriman perawat Indonesia ke Jepang, atau pun pengiriman pelajar Indonesia ke Jepang yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang.

"Pembukaan perbatasan juga terkait tingkat infeksi yang ada di negara yang bersangkutan akan jadi pertimbangan Jepang membuka perbatasannya," ungkap sumber Tribunnews.com Selasa (28/9/2021).

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas