Tribun
Deutsche Welle

Pemadaman Listrik di Cina Berpotensi Ganggu Rantai Produksi Global

Ketatnya kuota konsumsi batu bara memaksa pembangkit listrik berhenti beroperasi. Akibatnya pasokan listrik untuk pabrik dan rumah…

"Ketegasan Beijing dalam menegakkan batasan konsumsi energi bisa menghasilkan dampak positif dalam jangka panjang. Tapi ongkos ekonomi jangka pendek bisa substansial,” tulis ekonom Nomura, Ting Lu, Lisheng Wang dan Jing Wang.

Mereka menulis, dampak pemadaman listrik diprediksi akan memangkas pertumbuhan ekonomi Cina dari 5,1 menjadi 4,7 persen, dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Adapun pertumbuhan tahunan juga menyusut dari 8,2 persen menjadi 7,7 persen untuk tahun ini.

Perlambatan ekonomi dipandang perlu untuk mendorong industri yang haus energi agar mau beroperasi lebih efisien dan minim polusi.

Saat ini Cina masih merupakan salah satu produsen gas rumah kaca terbesar di dunia. Namun sektor manufaktur yang ikut memotori pertumbuhan selama ini digerakkan oleh listrik dari batu bara atau minyak bumi.

Pertengahan Oktober mendatang, pemimpin dunia akan bertemu secara virtual di kota Kunming untuk membahas krisis iklim. Dalam kesempatan itu, Presiden Xi Jinping diyakini akan mengabarkan kemajuan Cina memangkas emisinya.

Baru-baru ini pemerintah di Beijing mengumumkan akan berhenti berinvestasi untuk energi batu bara di luar negeri.

rzn/as (rtr,afp)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas