Tribun

Yoshimi Matsuo Bantu Warga Asing di Jepang, Termasuk Konsultasi dalam Bahasa Indonesia

Matsuo berusaha mendukung penduduk asing di Jepang, mengenai kehidupan, perawatan medis, pencegahan bencana serta dukungan keuangan.

Editor: Dewi Agustina
Yoshimi Matsuo Bantu Warga Asing di Jepang, Termasuk Konsultasi dalam Bahasa Indonesia
Foto Nagasaki Shimbun
Yoshimi Matsuo, Ketua NPO Treasures of The Planet yang berbasis di Kota Nagasaki. 

Setelah kembali ke Jepang dan kembali ke Kota Nagasaki, dia mendengar tentang kekhawatiran dan kesepian hidup dari orang asing yang ditemui di Institut Kedokteran Tropis Nagasaki, tempatnya bekerja.

Matsuo lalu memulai upaya mendukung mereka di antaranya mengundang mereka ke pesta rumah untuk berinteraksi satu sama lain dan mendukung prosedur di balai kota.

Dia juga terus memberikan pendidikan keselamatan lalu lintas dan dukungan pertanian di Laos, Asia Tenggara.

Sambil melanjutkan kegiatannya, Matsuo mengetahui bahwa kekhawatiran orang asing yang tinggal di Jepang menjadi lebih serius karena virus corona sejak tahun lalu.

Oleh karena itu, idenya adalah untuk membuat situs web di mana sebagian besar orang asing dapat menggunakan ponsel cerdas mereka untuk mendapatkan informasi kehidupan yang diperlukan dalam bahasa ibu mereka.

Persiapan dilakukan dengan menggunakan subsidi swasta.

"Penting untuk mengetahui masalah apa yang dialami orang asing dari sudut pandang orang asing, daripada hanya menerjemahkan informasi untuk orang Jepang," kata Matsuo.

Dari Januari hingga Maret 2021, pihaknya melakukan kuesioner kepada sekitar 360 orang asing yang tinggal di luar kota untuk mengetahui situasi sebenarnya.

Baca juga: Pemilik Perusahaan Properti Ditangkap Polisi Jepang Setelah Tertidur di Dalam Mobilnya

Dengan kerja sama mahasiswa dari Sekolah Pascasarjana Kedokteran Tropis dan Kesehatan Global di Universitas Doshisha, Matsuo bertanya tentang kecemasan dan dampaknya terhadap kehidupan mereka.

Mengenai "informasi yang ingin Anda peroleh dalam bahasa ibu" terbanyak kepriharinan mengenai Coronavirus, 60 persen khususnya "gejala saat terinfeksi", dan hampir setengahnya mengatakan "bagaimana mengatasi infeksi" dan "rumah sakit di mana bisa pergi ke dokter".

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas