Tribun

Virus Corona

Palang Merah Internasional: Eropa Butuhkan Solusi Vaksin, di Tengah Kasus Kekerasan akibat Covid-19

IFRC menganggap distribusi vaksin yang tidak merata diantara negara-negara dengan tingkat pendapatan yang rendah sebagai masalah

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
Palang Merah Internasional: Eropa Butuhkan Solusi Vaksin, di Tengah Kasus Kekerasan akibat Covid-19
Tangkapan layar https://pedulilindungi.id/
Ilustrasi Vaksinasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA -  Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada hari Kamis kemarin mendesak negara-negara Eropa untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin virus corona (Covid-19).

Mereka pun menyebutkan peningkatan kasus kekerasan yang sangat mengkhawatirkan terhadap para pekerja medis dan pengrusakan infrastruktur.

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (1/10/2021), lembaga ini mengatakan bahwa pandemi Covid-19 masih terus melanda seluruh wilayah Eropa, di mana tingkat kematian harian akibat virus itu mencapai rata-rata 2.000, dengan lebih dari 1 juta orang terinfeksi setiap pekannya.

"Disinformasi tentang efek samping vaksin dan potensi risiko, ditambah dengan pengenalan 'vaksin pass', memicu kemarahan dan kekerasan yang telah menyebabkan insiden yang berkaitan dengan layanan medis, media dan masyarakat umum di negara-negara termasuk Italia, Belanda, Inggris, Polandia, Slovenia, dan Prancis," kata IFRC dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Waspadai Cina, AS dan Uni Eropa Jalin Aliansi di Bidang Teknologi

IFRC menganggap distribusi vaksin yang tidak merata diantara negara-negara dengan tingkat pendapatan yang rendah sebagai masalah lainnya yang turut memicu aksi kekerasan itu.

"Masih ada kesenjangan yang mematikan dalam distribusi dan penyerapan vaksin di kawasan, hampir 70 persen orang di negara-negara berpenghasilan tinggi telah menerima setidaknya satu dosis, sedangkan pada (negara) yang termiskin hampir 20 persen telah divaksinasi sebagian (satu dosis)," jelas IFRC.

Direktur Regional IFRC untuk Eropa, Birgitte Bischoff Ebbesen menegaskan bahwa upaya kolektif negara maju sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terkait ketersediaan dan pendistribusian vaksin secara merata.

"Jika kita tidak meningkatkan upaya kolektif untuk memperkuat kepercayaan masyarakat dan membuat vaksin tersedia secara luas, itu akan terlambat," kata Ebbesen.

Perlu diketahui, pandemi telah melanda dunia sejak awal 2020, laporan pertama temuan wabah ini terjadi di Wuhan, China yang muncul pada Desember 2019.

Kemudian pada Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah ini sebagai pandemi global.

Selanjutnya pada Agustus lalu, gelombang protes pun menyebar ke seluruh Eropa sebagai tanggapan terhadap pengenalan kebijakan sistem pembatasan baru Covid-19.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas