Tribun

Konflik di Afghanistan

Keamanan ala Taliban Buat Angka Kejahatan di Afghanistan Turun, Pencuri Diarak hingga Digantung

Kemanan ala Taliban membuat angka kejahatan di Afghanistan menurun. Hal itu karena orang-orang takut dengan hukuman yang dikenakan kepada penjahat.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Keamanan ala Taliban Buat Angka Kejahatan di Afghanistan Turun, Pencuri Diarak hingga Digantung
AFP/BULENT KILIC
Anggota Taliban berkendara di penjara Pul-e-Charkhi di Kabul pada 16 September 2021. AFP/BULENT KILIC 

Dia mengatakan dia ingin memberi kesempatan pada pemerintahan Taliban.

Di bawah pemerintahan sebelumnya, dia dikenai suap setiap kali dia pergi ke polisi untuk mengadukan tunggakan pembayaran.

"Amerika menginvestasikan banyak uang di Afghanistan, tapi itu adalah mafia yang menjalankan negara," katanya.

Pengadu lain, yang hanya menyebut namanya sebagai dokter Sharif, baru saja kembali dari Arab Saudi tempat dia bekerja selama beberapa tahun.

Dia tidak keberatan dengan hukuman ala Taliban, tetapi dengan keras menentang menempatkan para pemimpin Taliban dan ulama agama yang bertanggung jawab atas departemen pemerintah.

Baca juga: Kemampuan Taliban untuk Kuasai Afghanistan di Luar Prediksi Amerika Serikat

Baca juga: POPULER Internasional: Taliban Bunuh Mantan Pemimpim ISIS-K | Presiden Prancis Dilempari Telur

"Kami membutuhkan orang-orang profesional, kami membutuhkan spesialis ekonomi, bukan maulvi yang tidak tahu bisnis," katanya, menggunakan kata untuk ulama Muslim.

Namun, dia menyambut baik keluhannya didengar tanpa permintaan suap dari polisi Taliban.

Sebelumnya, polisi meminta suap hanya untuk masuk ke stasiun.

"Kesalahan pemerintah masa lalu adalah bahwa mereka memasukkan semua uang ke dalam kantong mereka," katanya.

Lebih jauh, meski tingkat kejahatan menurun, tetap saja, ada bahaya.

Pada hari Minggu, sebuah bom di luar masjid Eid Gah Kabul menewaskan beberapa warga sipil dan menargetkan anggota Taliban yang menghadiri upacara peringatan.

Tidak ada yang bertanggung jawab atas pemboman itu tetapi kelompok saingan ISIS telah meningkatkan serangan terhadap Taliban di markas ISIS di Afghanistan timur.

Baca artikel lain terkait Konflik di Afghanistan

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas