Tribun

Konflik di Afghanistan

Ada Ancaman Bom, AS dan Inggris Ingatkan Warganya Jauhi Hotel-Hotel di Kabul

Amerika Serikat dan Inggris mengingatkan warganya menjauhi hotel di Kabul atas kemungkinan adanya ancaman bom terhadao warga asing

Editor: hasanah samhudi
Ada Ancaman Bom, AS dan Inggris Ingatkan Warganya Jauhi Hotel-Hotel di Kabul
AFP
Seorang kerabat berduka saat pemakaman korban serangan bom bunuh diri terhadap jamaah di sebuah masjid Syiah Jumat (8/10/2021), di mana setidaknya 55 orang meninggal, di sebuah kuburan di Kunduz pada 9 Oktober 2021. 

"Hak asasi manusia, termasuk partisipasi yang berarti dari perempuan dan anak perempuan dalam semua aspek masyarakat Afghanistan, juga diangkat,” kata Price dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Penyerangan terhadap Taliban di Afghanistan Timur Tewaskan 5 Orang, Berlanjut Pengeboman Kendaraan

Baca juga: Afghanistan Terancam Kembali ke Abad Kegelapan karena Taliban Tak Bayar Listrik

Menurut Departemen Luar Negeri, diskusi itu berlangsung terbuka dan professional.

Pejabat AS menegaskan kembali bahwa Taliban akan diadili atas tindakannya, bukan hanya kata-katanya.

Taliban mengatakan Amerika Serikat telah setuju untuk mengirim bantuan ke Afghanistan, meskipun AS mengatakan masalah itu hanya dibahas, dan bahwa bantuan apa pun akan diberikan kepada rakyat Afghanistan dan bukan pemerintah Taliban.

"Perwakilan AS menyatakan bahwa mereka akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Afghanistan dan akan memberikan fasilitas bagi organisasi kemanusiaan lainnya untuk memberikan bantuan," kata kementerian luar negeri Taliban, memperingatkan bahwa bantuan itu tidak boleh dikaitkan dengan masalah politik. (Tribunnews.com/CNA/Hasanah Samhudi)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas