Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version
Deutsche Welle

Angela Merkel Puji Hubungan Jerman-Israel Saat Bertemu PM Naftali Bennett

Pada kunjungan terakhirnya ke Israel sebagai kanselir Jerman, Merkel bersumpah keamanan Israel akan tetap jadi prioritas utama bagi…

Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan kunjungan resmi terakhir ke Israel pada Minggu (10/10), mengatakan bahwa keamanan Israel akan menjadi prioritas utama bagi "setiap pemerintah Jerman."

Perjalanan itu menandai kunjungan kedelapannya selama 16 tahun masa jabatannya. Tahun-tahun kepemimpinan Merkel ditandai dengan dukungan luas untuk Israel. Dia mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Naftali Bennett sebelum mengunjungi peringatan Holocaust Yerusalem, Yad Vashem, di Yerusalem.

Kanselir juga meletakkan karangan bunga di peringatan Holocaust Yad Vashem, di hadapan Bennett. "Fakta bahwa kehidupan Yahudi telah menemukan rumah lagi di Jerman setelah kejahatan kemanusiaan Shoah adalah tanda kepercayaan yang tak terukur, yang kami syukuri," tulis Merkel di buku tamu.

Dia juga menyebutnya sebagai "keberuntungan" bahwa setelah Holocaust, yakni pembantaian oleh Nazi terhadap 6 juta orang Yahudi, "adalah mungkin untuk mengatur ulang dan membangun kembali hubungan antara Jerman dan Israel sejauh yang sudah kita lakukan."

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menekankan bahwa topik keamanan Israel akan selalu menjadi pusat perhatian dan topik utama setiap pemerintah Jerman," katanya, saat berdiri di samping Bennett.

Jerman adalah 'teman sejati' Israel

Bennett, sementara itu, menggambarkan Merkel sebagai teman baik Israel, dan memuji hubungan antara kedua negara. "Hubungan antara Jerman dan Israel kuat, tetapi dalam istilah Anda, tidak pernah lebih kuat," kata Bennett.

"Hubungan ini telah menjadi lebih dari sekadar aliansi. Telah menjadi persahabatan sejati berkat kepemimpinan Anda. Kami berharap dapat lebih memperkuatnya dalam hubungan bisnis, sains, pendidikan, kesehatan, dan tentu saja, dalam keamanan," tambahnya.

Namun, tidak ada rencana bagi Merkel untuk bertemu dengan Benjamin Netanyahu, mantan perdana menteri yang sekarang menjadi pemimpin oposisi Israel. Dia juga tidak dijadwalkan untuk bertemu dengan para pemimpin Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Apa lagi yang dikatakan Merkel?

Merkel juga mengomentari Iran, dengan mengatakan bahwa para pemimpin berada dalam "masa-masa yang sangat menentukan mengenai masa depan kesepakatan nuklir dengan Iran."

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas