Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ekonomi Korea Utara Suram, Kim Jong Un Ingatkan Pejabat Jangan Minta Diistimewakan

Pemimpin Korea Utara mengingatkan pejabat agar tidak minta diistimewakan, melainkan harus bekerja keras untuk mengatasi ekonomi Korea Utara yang suram

Ekonomi Korea Utara Suram, Kim Jong Un Ingatkan Pejabat Jangan Minta Diistimewakan
STR / KCNA MELALUI KNS / AFP
Gambar yang dirilis kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Senin (11/10/2021) menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberikan pidato untuk menandai ulang tahun ke-76 Partai Buruh Korea di Pyongyang pada Minggu (10/10/2021). Kim mengingatkan pejabat untuk tidak minta diistimewakan 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mendesak para pejabat untuk fokus pada peningkatan kehidupan warga dalam menghadapi situasi ekonomi yang suram.

Kantor berita resmi Korea Utara KCNA melaporkan Senin (11/10/2021), Kim mengungkapkan pernyataannya di depan para pejabat, saat memeringati hari ulang tahun ke-76 partai berkuasa di negeri itu, Partai Buruh Korea, Minggu (10/10/2021).

Dilansir dari Channel News Asia, KCNA menyebutkan bahwa acara hari Minggu kemarin diwarnai dengan pertunjukan seni, gala, dan pertunjukan kembang api di Pyongyang.

Namun ulang tahun partai kemarin tidak dimeriahkan dengan parade militer besar, yang kadang-kadang diadakan pada kesempatan seperti itu.

Kim mengatakan, Korea Utara sedang menghadapi tugas besar untuk menyesuaikan dan mengembangkan ekonomi negara dan mencapai tujuan ekonomi yang ditetapkan dalam pertemuan partai dan pemerintah baru-baru ini.

Baca juga: Perayaan Sederhana 73 Tahun Korut: Minus Rudal Antarbenua dan Tak Ada Pidato Pemimpin Tertinggi

Baca juga: Kim Jong Un Ungkap Korut Perlu Bersiap Gelar Dialog dan Konfrontasi dengan AS

"Satu-satunya cara untuk secara dinamis mendorong pekerjaan penting yang belum pernah terjadi sebelumnya meskipun situasinya suram adalah agar seluruh Partai bersatu," ujar Kim, yang pidatonya berfokus pada masalah partai.

“Pejabat seharusnya tidak menginginkan hak istimewa dan perlakuan istimewa,” ujar Kim.

“Pejabat seharusnya selalu mempertimbangkan apakah pekerjaan mereka melanggar kepentingan rakyat atau menyebabkan masalah bagi rakyat," kata Kim.

Perekonomian Korea Utara terpukul hebat akibat sanksi selama bertahun-tahun atas program nuklir dan senjatanya, serta bencana hujan lebat dan banjir yang banyak memakan korban.

Seorang penyelidik hak asasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa Korea Utara termasuk negara paling rentan berisiko kelaparan setelah semakin mengisolasi diri menghadapi pandemi Covid-19.

Baca juga: Kim Jong Un Akui Korut sedang Krisis Pangan, Harga Pisang di Pyongyang Capai Rp641 Ribu

Baca juga: Tangis Kim Jong Un Pecah saat Cerita Kesulitan Korut: Didera Banjir, Topan hingga Kena Dampak Corona

Laporan pejabat itu, yang diterima Reuters pekan lalu, menyebutkan bahwa situasi kemanusiaan yang memburuk di Korea Utara dapat berubah menjadi krisis.

Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis (30/9/2021) menuduh pemerintah Kim bertanggung jawab atas situasi kemanusiaan di negara itu.

“Rezim terus mengeksploitasi warganya sendiri, melanggar hak asasi mereka, untuk mengalihkan sumber daya dari rakyat negara itu untuk membangun (senjata pemusnah massal) dan program rudal balistik yang melanggar hukum,” kata juru bicara Ned Price dalam sebuah pengarahan di Washington.

Namun Price mengatakan, Amerika Serikat mendukung upaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Korea Utara. (Tribunnews.com/CNA/Hasanah Samhudi)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas