Tribun

Virus Corona

Merck Minta Persetujuan FDA untuk Penggunaan Obat Anti-Covid Molnupiravir

Perusahaan farmasi Merck meminta regulator AS untuk mengeluarkan izin penggunaan obat Covid-19 buatannya, yang diberi nama Molnupiravir.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
Merck Minta Persetujuan FDA untuk Penggunaan Obat Anti-Covid Molnupiravir
Handout / Merck & Co,Inc. / AFP | Kena Betancur / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP
Molnupiravir | Papan nama gedung perusahaan Merck. Perusahaan farmasi Merck meminta regulator AS untuk mengeluarkan izin penggunaan obat Covid-19 buatannya, yang diberi nama Molnupiravir. 

Molnupiravir diyakini dapat memberikan pukulan yang tepat untuk RNA polimerase virus dengan menyamar sebagai blok bangunan untuk RNA.

Di dalam tubuh, molnupiravir ditempa menjadi ribonukleosida yang menipu yang tanpa disadari dimasukkan oleh polimerase ke dalam untaian baru RNA virus alih-alih sitidin.

Jenis obat pemikat nukleosida ini menimbulkan kekhawatiran akan menciptakan masalah bagi enzim manusia juga.

Untuk alasan ini, wanita hamil tidak dimaksudkan dari uji coba.

Namun sejauh ini, dalam semua uji coba hewan dan uji klinis, hasil keamanannya cukup baik.

Dalam penelitian awal pada hewan dengan virus corona lain, yaitu SARS-CoV dan MERS-CoV, molnupiravir meningkatkan fungsi paru-paru, menurunkan viral load, dan meningkatkan penurunan berat badan terkait infeksi.

Studi awal lainnya menunjukkan molnupiravir juga bekerja untuk membunuh sel yang menginfeksi SARS-CoV-2 dari saluran udara manusia.

Data klinis baru menunjukkan, ketika pasien diberikan lebih awal, molnupiravir dapat menyingkirkan skenario terburuk Covid-19.

Pil oral yang mudah digunakan juga merupakan keuntungan yang perlu diperhatikan.

Remdesivir, obat antivirus lain yang digunakan untuk melawan Covid-19, harus diberikan secara intravena.

Jika molnupiravir mendapatkan otorisasi FDA, maka obat ini pasti akan menjadi alat lain yang berguna melawan Covid-19.

Namun, vaksin akan tetap menjadi alat terbaik untuk menumpas pandemi.

Vaksin tidak hanya menurunkan risiko penyakit parah dan rawat inap tetapi juga infeksi dan penularan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Berita lainnya terkait virus corona

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas